Sosialisasi PPBT 2017

Sosialisasi PPBT 2017

 
Dalam rangka hilirisasi hasil inovasi Perguruan Tinggi, maka Direktorat Jendral Penguatan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknolog imempunyai 3 (tiga) program insentif:
 
  1. Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi;
  2. Perusahaan PemulaBerbasis Teknologi di Perguruan Tinggi;
  3. Inkubasi Bisnis Teknologi.
Program ini bertujuan mendorong komersialisasi hasil inovasi teknologi dan menumbuhkan wirausaha pemula berbasis teknologi dari Perguruan Tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa, Sehubungan dengan hal tersebut, akan dilaksanakan sosialisasi pada:
 
Hari/Tanggal : Selasa/17 Januari 2017
Pukul : 10:00 WIB – Selesai
Acara : Sosialisasi Program Insentif PPBT Kementristekdikti 2017
Lokasi : Ruang Auditorium, Universitas Trilogi, Jl. TMP Kalibata No.1, Jakarta  Selatan 12760.
 
Sehubungan dengan hal tersebut maka peserta yang akan hadir wajib mengisi pendaftaran secara online pada link berikut:
 
 
Download Materi Sosialisasi PPBT 2017 : http://tinyurl.com/materiPPBT2017

 

Dosen Universitas Trilogi Mendapatkan Hibah Simlitabmas Kemenristekdikti Untuk Pendanaan Tahun 2017

 

Dosen Universitas Trilogi Mendapatkan Hibah Simlitabmas Kemenristekdikti Untuk Pendanaan Tahun 2017

 

Berdasarkan Surat No. 025/E3/2017 Perihal Pengumuman hasil Penerima Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi Tahun 2017
 
Hasil Pengumuman tersebut Atas Universitas Trilogi yang didanai Meliputi 13 Judul, 11 judul pada sekma dosen pemula, 1 Judul Skema Penelitian Disertasi Doktor, 1 Judul Skema Ipteks Bagi Masyarakat, Berikut ke 13 Judul Penerima Hibah pendanaan tahun 2017  :
 
Nama : Rizka Ramayanti
Prodi : Akuntansi
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Perkembangan Kinerja UMKM Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
 
Nama : Ade Syahputra
Prodi : Teknik Informatika
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Pengembangan Alat Peraga Edukasi Proses Siklus Air (Hidrologi) Menggunakan Teknologi Augmented Reality (Studi Kasus: Pusat Peraga Iptek TMII)
 
Nama : Yunita Fitra Andriana
Prodi : Desain Produk
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  PENGOLAHAN LIMBAH UKM SULAM PITA UNTUK BAHAN BAKU PRODUK FASHION
 
Nama : Lestari Agusalim
Prodi : Ekonomi Pembangunan
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Globalisasi Ekonomi, Kemiskinan, dan Ketimpangan Pendapatan Di  Indonesia: Pendekatan Vector Error Correction Model (VECM)
 
Nama : M Taufik
Prodi : Ilmu Teknologi Pangan
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Validasi Metode Analisis Kadar Kalsium pada Susu Segar dan Olahan dengan Titrasi Kompleksometri
 
Nama : Khoirina Farina
Prodi : Akuntansi
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Self-Awareness (Kesadaran Pribadi) Masyarakat Dalam Mewujudkan Sustainable Environment Ditinjau dari Perpektif Audit Lingkungan
 
Nama : Heny Agustin
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Dosen Pemula
Judul : Efektifitas KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Vitamin C pada Tanaman Sayur Kale
 
Nama : Yoni Atma
Prodi : Ilmu Teknologi Pangan
Bidang : Dosen Pemula
Judul : Ekstraksi Gelatin dari Tulang Ikan Patin Menggunakan Limbah Buah Nanas
 
Nama : Hermawan Seftiono
Prodi : Ilmu Teknologi Pangan
Bidang : Dosen Pemula
Judul : PENGEMBANGAN CRACKER KAYA PROTEIN DAN SERAT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE DAN KOLESOM
 
Nama : Mutiara Dewi Puspitawati
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Dosen Pemula
Judul : PENERAPAN TEKNOLOGI WIREMESH TOWER GARDEN SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN PERKERASAN
 
Nama : Vidya Kharisma
Prodi : Desain Komunikasi Visual
Bidang : Dosen Pemula
Judul : Perancangan Infografis Rumah Sehat sebagai Kampanye Green Design dalam Format Poster dan Motion Graphic
 
Nama : Inanpi Hidayati Sumiasih
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Penelitian Disertasi Doktor
Judul : STUDI PEMBENTUKAN PIGMEN β-CITRAURIN DAN β-CRYPTOXANTHIN PADA BUAH JERUK DENGAN DEGREENING
 
Nama : Ahmad Rifqi Fauzi
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Ipteks Bagi Masyarakat
Judul : GARASHI (GerAkan RumAh Susun HIjau) : Program Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Rumah Susun Jatinegara Barat dalam Rangka Peningkatan Kualitas Lingkungan
 
Selamat kepada pemenang! semoga menambah marak suasana akademik yang ada di universitas.
 
 

 

 

 

Dosen Prodi Teknik Informatika Mendapatkan Award 5 Best Paper Award ESQ Business School 2016

Dosen Prodi Teknik Informatika Mendapatkan Award 5 Best Paper Award ESQ Business School 2016
 

Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas , Bapak Budi Arifitama sebagai penulis pertama bersama Bapak Ade Syahputra sebagai penulis kedua meraih penghargaan “The Fifth Prize Best Paper Award ESQ Business School Award 2016” dengan judul “Implementing Augmented Reality On a Multiple Floor Building as a Tool for Sales Product Knowledge”.

Penyerahaan penghargaan secara simbolis diberikan oleh DR(HC) Ary Ginanjar Agustian selaku Founder dari ESQ Business School pada hari Jumat 23 Desember 2016 di Menara 165 ESQ Business School. Adapun urutan pemenang dari kompetisi best paper diumumkan oleh Chief Scientist BATAN sekaligus Chief Reviewer EBS Best Paper Award Prof. Dr.rer.nat. Evvy Kartini pun mengumumkan 5 pemenang, dengan Juara 1 mendapatkan hadiah Umroh atau Korea Trip.

Juara 1: Bapak Dwitya Aribawa – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya

Juara 2: Bapak Desta Sandya Prasvita- Dosen ESQ Business School

Juara 3: Muhammad Agiet Putra dan Bapak Adithya Kusuma Whardana Mahasiswa ESQ Business School

Runner Up 1: Dian Pratiwi ,Universitas Trisakti

Runner Up 2: Budi Arifitama, Ade Syahputra, Universitas Trilogi

Adapun link berita luar bisa dilihat di :

http://ina.esqbs.ac.id/4th-dies-natalis-ebs-pengumuman-pemenang-ebs-best-paper-award-talkshow-dan-lomba-antar-mahasiswa/#more-2613

http://www.esq-news.com/2016/12/23/hadiah-umroh-best-paper-award-ebs-diraih-dosen-atmajaya/

http://ietrilogi.id/2016/12/29/dosen-teknik-informatika-memenangkan-award-best-paper-esq-2016/

 

Rektor Universitas Trilogi: JKT Campus Run Akrabkan Kampus dengan Budaya Olahraga

Rektor Universitas Trilogi: JKT Campus Run Akrabkan Kampus dengan Budaya Olahraga
 

Bertempat di Tamana Mini Indonesia Indah (TMII) lebih dari 4 ribu peserta ramaikan ajang spektakuler JKT Campus Run. Ajang olahraga lari yang sedang popular ini terselenggara atas kolaborasi beberapa kampus. Kampus tersebut diantaranya adalah Universitas Trilogi, Universitas Mercu Buana, Universitas Budi Luhur, Universitas Bakrie, dan Universitas Pancasila.

Atas dasar untuk memaksimalkan implementasi dari Tridharma tersebutlah, Universitas Trilogi melakukan kolaborasi dengan Insititut Teknologi Bandung (ITB). “Perguruan Tinggi harus memainkan perannya Acara yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jend (Purn) H. Wiranto ini juga diikuti oleh pelari dari manca negara. ‘Hal ini menunjukkan olahraga memang menjadi salah satu faktor pemersatu. Karena olahraga kita bisa melupakan perbedaan,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefudin saat berada dilokasi acara.

Ditambahnya lagi, keterlibatan kampus dalam acara seperti ini juga ingin mengakrabkan kampus dengan aktifitas olahraga. Kita harapkan harus ada keseimbangan antar kekuatan akademis dengan kesehatan jasmani. “Jangan sampai kita mencetak generasi pintar namun tidak sehat, karena salah satu akibaatnya jarang bersentuhan atau melakukan aktifitas olahrga,” tuturnya. Sementara itu, Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arisetyanto Nugroho juga menyatakan bahwa kampus ingin mengembalikan olahraga sebaga nilai hidup bangsa. “Saat ini lembaga pendididikan kita banyak yang belum memasarkan olahraga,” sampainya. Uniknya di acara JKT Campus Run ini.

Kegiatannya tidak hanya berfokus pada aktifitas olahraga saja. Tetapi juga mengusung tujuan meningkatkan kepedulian. Hal ini terlihat metode donasi yang langsung diterima dari setiap peserta lari. Donasi ini akan diserahkan langsung kepada Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA). Selain itu, acara yang berlangsung pada hari Minggu (18/12) ini juga memfasilitasi bagi para pencari kerja dengan diselenggarakannnya bursa kerja di area acara. Melalu iven JKT Campus Run, para inisiator acara ini berharap peserta tidak hanya bisa lari cepat, tetapi kerja juga dapat.

 

ITB dan Universitas Trilogi Berkolaborasi Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi

ITB dan Universitas Trilogi Berkolaborasi Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi
 

Tridharma Perguruan Tinggi harus dipahami bukan hanya sebatas ciri khas perguruan tinggi dengan satuan pendidikan lainnya. Lebih dari itu adalah sebuah tanggunjawab sosial yang harus diimpelementasikan. Tidak hanya berkutat di ranah pendidikan. Pada dua aspek dari Tridharma lainnya, yaitu penelitian dan pengabdian pada masyarakat juga harus dioptimalkan.

Atas dasar untuk memaksimalkan implementasi dari Tridharma tersebutlah, Universitas Trilogi melakukan kolaborasi dengan Insititut Teknologi Bandung (ITB). “Perguruan Tinggi harus memainkan perannya dengan maksimal, bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan pengajaran, namun juga pada penelitian dan daya dukungnya kepada masyarakat,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin pada prosesi penandantanganan kerjasama kelembagaan dengan ITB.

Lebih lanjut, guru besar bidang statistika ini mengungkapkan meskipun berada di Perguruan Tinggi, namun persoalan budaya baca-tulis juga menjadi masalah yang masih menghampiri. “Padahal kita harapkan budaya riset harus lebih terasa di kampus,” sampainya. Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Kadarsah Suryadi menyambut baik terbentukya kolaborasi antara kampus yang dipimpinnya dengan Universitas Trilogi yang juga dikenal sebagai kampus pencetak teknopreneur ini. “Saya sangat mengapresiasi sekali atas perkembangan Universitas Trilogi ini, selain itu jumlah mahasiswa yang kuliah di kampus ini juga terus dan semakin meningkat,” tuturnya.

Penandantanganan kerjasama antara Universitas Trilogi dan ITB yang langsung dihadiri oleh Rektornya masing-masing ini berlangsung pada hari Kamis (15/12) dan bertempat di Universitas Trilogi. Adapun ruang lingkup dari kolaborasi tersebut selain fokus pada implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Kerjasama jua dilakukan dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan sumber daya. Memang sejak awal, ITB juga menjadi salah satu kampus yang mendukung Universitas Trilogi melalui kerjasama pengembangan khususnya pada Program Studi yang berkaitan dengan industri kreatif dan telematika. Selain itu, kerjasama pengembangan Universitas Trilogi Program Studi lainnya juga dilakukan dengan beberapa kampus lainnya, yaitu IPB, UNJ, dan FT-Universitas Indonesia.

 

Startup Wars, Aksi Nyata Keteknopreneuran Mahasiswa Trilogi

 

Startup Wars, Aksi Nyata Keteknopreneuran Mahasiswa Trilogi
 

Perkembangan zaman yang semakin kompleks menuntut masyarakatnya untuk selalu inovatif. Terlebih bagi kalangan mahasiswa yang mempunyai keterpaduan semangat muda dan nuansa akademiknya. Apalagi jika dihubungkan dengan percepatan perkembangan teknologi. Maka kehadiran para inovator sudah menjadi harapan mutlak bagi suatu bangsa.

“Sejak kehadirannya, Universitas Trilogi sudah berkomitmen menjadi kampus yang ingin menciptakan generasi inovatif yang sekaligus mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, mengapa kemudian Teknopreneur menjadi salah satu pilar kampus ini. Karena memang Universitas Trilogi adalah kampus pencetak generasi Teknopreneur. Dan anda para mahasiswanya adalah generasi Teknopreneur itu,” sampai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Trilogi, Aam Bastaman, Ph.D saat membuka acara Startup Wars Mahasiswanya. Acara Startup Wars ini merupakan tindak lanjut dari aktiftas pembelajaran mahasiswa. Sebagai kampus teknoreneur, Universitas Trilogi memiliki mata kuliah wajib yang dinamakan mata kuliah Keteknopreneuran.

Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori. Namun titik tekannya adalah implementasi dari gagasan-gagasan solutif sebagai aksi dari melihat simpul permasalahan bangsa. Lahandi Baskoro, M.Ds selaku koordinator mata kuliah Keteknopreneuran ini menjelaskan bahwa salah satu bentuk acara Startup Wars ini adalah semacam bazar untuk menjual dan mendemostrasikan produk yang tim mahasiswa buat sepanjang perkuliahannya. “Untuk tahun ini produk yang mereka buat sudah banyak berbasis teknologi,” ujar dosen Universitas Trilogi yang juga penggiat dunia digital ini.

Acara yang berlansung pada hari Jum’at (16/12) di atrium Universitas Trilogi ini menampilkan lebih dari 30 produk mahasiswa. Tidak hanya unik, berbagai produk ini banyak dilatar belakangi oleh semangat mereka untuk memberikan solusi berbagai permasalahan yang ada. Misalkan ada Kuliku.com, yaitu sebuah layanan online untuk jasa kuli bangunan dan kontraktor pembangunan rumah. Ada juga yang menyediakan web informasi seputar dunia mahasiswa yang mereka namai dengan Mahajana. Bahkan ada yang membuat Barberman, sebuah aplikasi penyedia tukang cukur on demand. Untuk ide pemantauan kondisi sungai bagi pemerintah daerah, mahasiswa Universitas Trilogi juga mempunyai solusinya melalui produk yang bernama Versys. Pastinya, semua ide solutif itu hadir dan beraksi dalam acara Startup Wars Universitas Trilogi ini. 

 

Universitas Trilogi Terus Perkuat Mahasiswanya Terapkan Nilai Luhur Pancasila

 

Universitas Trilogi Terus Perkuat Mahasiswanya Terapkan Nilai Luhur Pancasila
 

Sebagai pencetak generasi yang akan memimpin bangsa. Kampus harus menjadi garda terdepan dalam menguatkan jati diri mahasiswanya. Jika tidak, bangsa ini akan sulit untuk maju akibat ulah generasi bangsanya sendiri. Oleh karena itu, penerapan Pancasila harus dimulai sejak dini, di mulai dari kampus.

Hal ini tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin bersamaan saat acara diskusi kebangsaan yang salah satu pembahasannya adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. “ Sudah seharusnya kampus memupuk nilai-nilai luhur Pancasila kepada mahasiswanya, agar kemudian nilai positif ini menjadi karakter dasar mereka baik saat sebagai mahasiswa maupun ketika paska kampus, dimanapun mereka berada, mereka amalkan,” tutur Guru Besar Statistika ini.

Acara yang berlangsung di ruang auditorium Universitas Trilogi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Wakil Ketua Badang Pengkajian MPR RI, Rambe Kamarul Zaman dan tokoh KAHMI, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin. Adapun pesertanya selain diisi oleh mahasiswa dan dosen Universitas Trilogi, juga dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa kampus Jakarta lainnya. “Kita harus menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk berbangsa dan bernegara, dan tentu harus membudayakannya dalam aktifitas sehari-hari agar tidak tergantikan dengan nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan bangsa kita,” ajak Rambe Kamarul Zaman yang juga merupakan Ketua Frasksi di MPR itu.

Sementar itu, Prof. Dr. . Laode M. Kamaluddin mengajak para mahasiswa untuk terus berpikir terbuka dan membangun jaringan yang luas. “Dengan demikian, kita akan menjadi generasi yang akan lebih bisa saling menghormati dan saling bisa menjaga keutuhan bangsa,” tutur mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) itu. Acara yang berlangsung pada hari Selasa (13/12) itu berlangsung dengan dialogis.

Banyak peserta memberikan masukan dan pertanyaan terkait peran konkrit pemeritah dalam mengimplementasikan dan menjaga keutuhan NKRI ini. Menurut mereka, walau bagaimanapun pemerintah sebagai pengambil kebijakan mempunyai andil yang besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


 

 

Universitas Trilogi & AFS Intercultural Programs Gelar Diskusi Smart Nation

 

Universitas Trilogi & AFS Intercultural Programs Gelar Diskusi Smart Nation
 

Indonesia memiliki kemajemukan yang sekaligus menjadi keunikan yang perlu disikapi dengan bijak. Dengan perilaku bijak ini tentunya akan semakin menguatkan semangat persatuan dan kesatuan. Sebuah semangat yang memang sudah menjadi cita-cita pendiri bangsa.

“Kita harus berbangga, Indoenesia adalah bangsa yang besar dengan generasinya yang cerdas-cerdas. Kebesaran dan kecerdasan ini tentunya harus ditata dengan damai, sehingga kita bisa semakin besar, dan bangsa ini semakin kokoh keberadaaanya,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin saat membuka acara Youth Summit AFS Bina Antar Budaya. Ditambahkannya lagi, oleh karena itu mari kita ajak generasi baru ini untuk lebih luas cakrawala berpikirnya, agar semangat menyatukan keberagaman itu semakin optimal.

“Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai program di negeri lain. Disana, kita tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga pengalaman baru, sekaligus pemahaman bagaimana mengelola kemajemukan,” tutur alumni salah satu kampus terkemuka di Kanada ini. Acara yang berlangsung pada Jum’at (18/11) di auditorium Universitas Trilogi ini diikuti hampir 300 peserta. Adapun tema-tema yang diangkat dalam diskusi ini diantarnya “Masa Depan Kepemimpinan Generasi Muda”, “Pencapaian Generasi Muda dalam Bidang Sains, Pemanfaatan Nuklir untuk Kehidupan Sehari-hari”, serta “Anak Muda Geliat Ekonomi Kreatif Indonesia.”

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Antara budaya menjelaskan bahwa masyarakat di seluruh dunia saat inibertansformasi menjadi masyarakat global. Oleh karenanya pemuda tidak lagi dilihat sebagai ‘masa depan.’ “Pemuda hari ini juga dilihat sebagai agen perubahan masa kini yang terlibat aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan, untuk itu peningakatan mutu dan kualitas pemuda Indonesia tidak dapat ditunda lagi,” sampainya dihadapan peserta.

Untuk diketahui Universitas Trilogi merupakan kampus pencetak teknopreneur di Indonesia dengan semangat kolaborasi dan kemandirian. Sedangkan AFS merupakan sebuah organisasi pendidikan yang berkomitmen untuk menyediakan pengalaman belajar yang diperkaya dengan peningkatan kesadaran antara budaya. AFS Berkantor pusat di Amerika Serikat. Melalui diskuisi smart nation ini, mereka mengharapkan semangat generasi madu untuk maju dan membangun kebersamaan di bumi pertiwi ini semakin optimal.


 

 

Universitas Trilogi Serukan Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila

 

Universitas Trilogi Serukan Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila
 

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2016, Universitas Trilogi tidak hanya melakukan upacara bendera saja. Tetapi ada beberapa acara yang dilaksanakan bertepatan pada peringatan ikrar pemuda yang dicetuskan pada 88 tahun silam. Salah satunya adalah diskusi kepemudaan bagi gerakan mahasiswa Indonesia.

Dengan mengangkat tema ‘Reaktualisasi Semangat Sumpah Pemuda & Nilai – nilai Pancasila dalam Gerakan Mahasiswa Indonesia,’ Ketua Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi, Dr. Setia P. Lenggono menuturkan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menggelorakan kembali semangat pemuda bangsa sekaligus nilai – nilai Pancasila.

“Kita harapakan para pemuda hari ini, terutama para mahasiswa yang hadir disini bisa menikmati diskusi untuk kemudian mengaktualisaskan semangat kepemudaannya dan nilai – nilai Pancasila yang sejatinya telah dipegang teguh oleh para pemuda terdahulu, salah satunya dengan mengukir sejarah Sumpah Pemuda,” sampainya saat memberikan sambutan.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin berharap para peserta bisa meresapi kembali untaian kata sekaligus substansi yang termaktub dalam Sumpah Pemuda. “Barusan kita telah membaca bersama Sumpah Pemuda. Kalau kita resapi terdapat daya yang luar biasa sekali. Daya yang luar biasa ini harus tetap berada dalam jiwa dan raga pemuda hari ini,” kata guru besar dan ahli statistika Indonesia ini sesaat sebelum membuka acara.

Selain itu, Prof. Dr. Asep Saefuddin juga menghimbau agar generasi muda hari ini jangan pernah melupakan sejarah. ‘Belajarlah dari sejarah agar daya juang semakin tinggi,sekaligus dengan tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam gerakannya. Karena nilai-nilai Pancasila adalah sebuah sumber kekuatan sekaligus kekayaan bangsa yang harus dipegang teguh oleh para pemuda,’ harapnya.

Acara yang belangsung di aula lt.4 Universitas Trilogi ini mayoritas diikuti oleh organisasi kemahasiswaan dari beberapa kampus di Jakarta. Adapun yang didaulat sebagai pemateri adalah Bung Sukarya Putra (Pengurus DPP KNPI) dan Bung M. Ikhsan Firdaus (Anggota Komis IV DPR RI).

Untuk diketahui, selain diskusi yang sebenarnya merupakan bagian dari agenda bulanan PSEP Universitas Trilogi ini. Setelah melaksanakan upacara, Universitas Trilogi juga melakukan aksi Pemuda Peduli Lingkungan. Salah satu aksinya adalah dengan membuat lubang resapan di sekitar kampus yagn dilakukan bersama dosen, mahasiswa, siswa dan guru.


 

 

Komunitas Trigger Universitas Trilogi Mengikuti Acara Pameran di Game Prime 2016

Komunitas Trigger Universitas Trilogi Mengikuti Acara Pameran di Game Prime 2016
 

Pada tanggal 29-30 Nopember 2016 yang lalu , Komunitas Trigger Universitas Trilogi yang merupakan salah satu komunitas di bawah naungan Program Studi Teknik Informatika yang dibina oleh salah satu dosen yaitu Bpk Silvester Dian Handy Permana, telah mengikuti event pameran di acara berkelas internasional yaitu Game Prime 2016. Adapun Komunitas Trigger yang beranggotakan dari mahasiswa berbagai program studi tampil sebagai pengisi booth pada event tersebut.

Karya-karya game yang di kembangkan oleh mahasiswa menjadi andalan untuk didemokan dan dimainkan oleh pengunjung yang mampir untuk melihat booth Trigger. Dalam booth Trigger, para pengunjungnya mendapat kesempatan untuk mencoba beberapa game , dan diantaranya adalah T-Ball, sebuah game sederhana yang terinsipirasi dari game klasik Nokia, Bounce serta Flying Pito game yang menyerupai Flappy Bird, namun, memiliki sentuhan Indonesia .



Diharapkan kegiatan-kegiatan ini mampu meningkatkan dan memacu inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa dan menambah wawasan serta pengetahuan terbaru mengenai dunia game.

http://ietrilogi.id/2016/12/06/443/

 

Lagi, Mahasiswa Universitas Trilogi Raih Juara 1 Kompetisi Menulis Nasional

 

Lagi, Mahasiswa Universitas Trilogi Raih Juara 1 Kompetisi Menulis Nasional
 

Tidak berpuas diri dengan meraih kemenangan di berbagai kompetisi. Mahasiswa Universitas Trilogi terus meningkatkan kapasitas dirinya dengan tetap mengikuti berbagai kompetisi. Seperti pada Selasa (11/10), mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas Trilogi kembali unjuk kebolehannya dengan menyabet juara 1 pada lomba menulis nasional.

Pada lomba menulis yang bertajuk "Agribisnis Pedesaan Berdaya Saing Global" yang bersempena pada Agri's Event 2016 ini, mahasiswa Universitas Trilogi ini membawakan makalahnya dengan judul ‘"Perkembangan Daya Saing Sektor Pertanian di Kalimantan Barat." “Acara yang ditaja oleh UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang ini meloloskan 5 finalis yang terdiri dari Universitas Trilogi (1 tim), UIN (1 tim), Unpad (2 tim) dan Unsil (1 tim),” jelas Maulidian, ketua prodi Agrinis Universitas Trilogi.

Lanjutnya, kemudian dari 5 finalis ini yang berhasil meraih juara 1 nya adalah dari Universitas Trilogi. Kemudian juara selanjutnya adalah Unpad dan UIN. Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin mengaku berbangga atas kreatifitas dan prestasi anak didiknya. Namun wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini berharap kepada mahasiswanya jangan cepat berpuas. “Tetapi lebih ditingkatkan lagi. Semoga para mahasiswa yang telah meraih prestasi untuk terus semangat dan terus berkarya serta menebarkan semangat dan prestasinya ini keteman-temanyang lain. Karena kita inginkan atmosfir menulis ilmiah menjadi bagian dari kehidupan di Universitas Trilogi ini,” sampainya.

Untuk diketahui, tidak hanya mahasiswa saja. Para dosen di Universitas Trilogi juga terus digenjotkan semangat menulis ilmiahnya. Misalnya, masih dihari yang sama, bertempat di Universitas Trilogi, para dosennya mendapatkan pelatihan scientic writing yang materinya disampaikan langsung pakarnya dari Lougborough University, London. Acara yang berlangsung selama dua hari itu bertujuan agar para dosen di Universitas Trilogi bisa menghasilkan jurnal yang terpublikasikan di jurnal internasional. Dengan demikian, diharapkan dosen dan mahasiswanya bisa berkolaborasi secara kontinu menelorkan ide-ide yang terangkum dalam paper ilmiah.


 

 

Universitas Trilogi Peduli Bencana Garut

 

Universitas Trilogi Peduli Bencana Garut
 

Bencana banjir di Kabupaten Garut beberapa waktu lalu masih menyisakan rasa tidak hanya bagi keluarga dan warga sekitarnya saja. Tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itulah, diperlukannya perhatian yang serius. Terutama bagi anak-anak korban agar mereka tetap bersemangat dalam menjalani kesehariannya.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Trilogi dalam program Peduli Bencana Garut. Kampus yang teletak di kawasan Kalibata Jakarta ini tidak hanya memberikan sumbangan dalam bentuk materil. Tetapi juga melakukan terapi trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kegiatan ini berpusat berpusat di SDN Pakuwon IV-V Kecamatan Garut Kota.

Sekolah yang siswanya mayoritas merupakan menjadi korban. “Ini sebagai bentuk kepedulian kita sebagai sesama warga. Terutama kami khususkan kepad anak-anak di sekolah ini. Harapannya anak-anak ini terus semangat menatap masa depannya. Mereka harus bangkit dan sukses,” ucap Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin saat berada di lokasi. Tidak hanya fokus menghibur anak-anak.

Universitas Trilogi juga membuka posko pengobatan gratis yang ditujukan bagi para orang tua siswa, ana-anak kecil, dan warga sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (8/10) lalu. Sebelum melakukan kegiatan di lokasi. Rombongan dari Universitas Trilogi disambut oleh Pemerintah Kabupaten Garut, yang diwakili oleh istri Bupati, Hj. Diah Rudy Gunawan.

Dalam pertemuan ini juga, Universitas Trilogi memberikan bantuan uang tunai yang diserahkan secara simbolik ke Ibu Diah Rudy Gunawan. “Kami mengucapkan terimaksih sekali atas bantuan dan perhatian dari Universitas Trilogi yang langsung dipimpin rektornya, Prof. Asep Saefuddin,” sampainya.


 

 

Try Sutrisno: Bangsa Indonesia Perlu Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

 

Try Sutrisno: Bangsa Indonesia Perlu Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila
 

KBRN, Jakarta : Mantan Wakil Presiden Jenderal (Purn) Try Sutrisno mengatakan, sistem ekonomi Pancasila secara perlahan-lahan sudah mulai ditinggalkan masyarakat. Menurut dia, kampus sebagai gawang keilmuan harus memikirkan kondisi itu.

Hal ini disampaikan pada acara Seminar Nasional "Pandangan Tokoh-Tokoh Tentang Sistem Ekonomi Pancasila"sekaligus peluncuran buku "Sistem Ekonomi Pancasila" dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Kampus Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, Sabtu (1/10/2016). "Sistem ekonomi sekarang ini sudah tidak cocok dibandingkan sistem ekonomi Pancasila. Kampus memiliki beban untuk menjalankan dan memikirkan perekonomian, khususnya tentang sistem ekonomi Pancasila," kata Try Sutrisno.

Ia menyebutkan, pemerintah dari era ke era nyaris ingin merombak sistem ekonomi Indonesia. Hal tersebut, menurut Pembina Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) ini, gagal karena elit bangsa pada saat itu masih komitmen dengan ideologi bangsa. "Beberapa kali sistem ekonomi pasal 33 UUD kita hampir dihapuskan, hanya untuk mengubah kata efisiensi, namun tidak jadi karena masih ada yang cinta terhadap Pancasila," tegasnya.

Mantan Panglima ABRI ini menambahkan, pegangan orang Indonesia dan jati diri kita adalah Pancasila. Ia juga menegaskan bahwa ketua parpol harus berani, intropeksi, sportif, yang baik harus dipertahankan. "Tidak ada yang kebetulan, sudah terekam di komputernya Tuhan. Hari ini kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila sekaligus Hari Hijrah yakni Tahun Baru Islam 1 Muharram, dengan melakukan hijrah ke sistem Pancasila," tandasnya. Sebelumnya,

Rektor Universitas Mercu Buana Arissetyanto Nugroho mengungkapkan, dalam penjelasan pasal 33 versi amandemen keempat secara tegas melarang adanya penguasaan sumber daya alam di tangan orang-seorang. "Jadi bisa kita tegaskan bahwa semua bentuk monopoli, oligopoli maupun praktik-praktik kartel dalam format apapun di bidang pengelolaan sumber daya alam adalah bertentangan dengan prinsip paling utama dari pasal tersebut," tegas Arissetyanto. Karena itulah, ia mendukung wacana kembalinya sistem perekonomian bangsa ke Sistem Ekonomi Pancasila. "Saya bersyukur bahwa kesadaran tersebut mulai tumbuh kembali, di mana pertumbuhan (growth) tidak menjadi semacam 'dewa tunggal' perkembangan ekonomi, karena kini selalu disandingkan dalam posisi sejajar dengan pemerataan (equality)," pungkasnya (sumber berita dan foto: rri.co.id, 1 Oktober 2016)

(Catatan dari Seminar Nasional “Pandangan Tokoh – Tokoh tentang Sistem Ekonomi Pancasila” sekaligus Peluncuran Buku “Sistem Ekonomi Pancasila” Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi)


 

 

Mahasiwa Universitas Trilogi Menangkan Kompetisi IBM Linux Challenge 2016

 

Mahasiwa Universitas Trilogi Menangkan Kompetisi IBM Linux Challenge 2016
 

Sebagai kampus yang memiilki tiga pilar, yaitu Teknopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian. Universitas Trilogi memang tidak hanya menitikberatkan tanggungjawab akademis kepada mahasiswanya. Lebih dari itu, kemampuan non teknis yang disertai dengan semangat untuk selalu berinovasi lebih lebih di utamakan. Apalagi mengingat derasnya arus perubahan, termasuk percepatan-percepatan temuan teknologi saat ini

Oleh karena itulah, di kampus teknopreneur ini mahasiswa Universitas Trilogi terus mengembangkan bakat dan potensinya. Salah satu wujudnya adalah dengan menghasilkan berbagai inovasi dan prestasi. Seperti baru ini misalnya. Salah satu tim dari Universitas Trilogi berhasil meraih juara dalam kompetisi bergengsi pada BM Linux Challenge 2016. Adapun produk yang dihasilkan dari kreasi mahasiswa Universias Trilogi ini adalah SinarIN.

“Alat bernama SinarIN ini merupakan produk yang berkaitan dengan lampu penerang jalan. Intinya disini kita bisa menjadi solus bagi pemerintah daerah untuk menghemat biaya penerangan jalan umum. Penggunaan listrik lebih efisien. Petugas cukup mendeteksinya dengan software yang kami buat ini,” ucap Arie, salah satu dari tim SinarIN yang juga mahasiswa Fakultas Telematikan angakatan 2015.

Berkat inovasinya ini, mahasiswa dari Universitas Trilogi ini meraih peringkat ke-2. Sementara peringkat pertamanya di raih oleh tim dari ITB. Untuk diketahui, kompetisi ini dimulai dengan babak penjaringan yang cukup panjang. Diantaranya bersaing dengan 800 proposal yang masuk, beberapa babak penyisihan yang hingga akhirnya sampai kepada kompetisi tiga besar. Atas hasil ini,

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin merasa berbangga karena mahasiswanya semakin inovatif. “Mereka tidak hanya memikirkan kepentingan akademis diri, lebih dari itu mereka mempunyai ide memanbagun dan menyelesaikan masalah bangsa,” sampainya.


 

 

Paduan Suara Universitas Trilogi Semakin Gemilang

Paduan Suara Universitas Trilogi Semakin Gemilang
 

JAKARTA, KOMPAS.com -- Empat kelompok paduan suara mempersiapkan diri membawakan ode untuk Indonesia dalam rangka merayakan ulang tahun ke-71 Kemerdekaan RI.

Acara bertajuk "Parade Paduan Suara: Ode Bulan Agustus #2" itu digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2016) pukul 19.30 WIB.

"Ini merupakan cara kaum muda memperingati 17 Agustus. Udah dua kali diadakan. Direncanakan menjadi agenda tahunan," kata General Manajer BBJ Frans Sartono, kepada Kompas.com.

Empat paduan suara yang mengikuti parade adalah Trilogi Choir Universitas Trilogi, PSM Universitas Indonesia Paragita, Impromptu Singers, dan Shanti Swara Kompas Gramedia. Paduan suara Shanti Swara Kompas Gramedia di antaranya akan membawakan lagu "Mahadaya Cinta" dan "Sigulempong".

Pengamatan Kompas.com, Rabu siang, Shanti Swara Kompas Gramedia mengawali latihan dengan lagu "Maha Daya Cinta" dan "Sigulempong". Sementara itu paduan suara Trilogi akan mempersembahkan lagu "Luk Luk Lumbu" dan "Soleram".

Pengamatan Kompas.com yang menyaksikan proses gladi resik, Impromptu Singers berlatih lagu "Belaian Sayang", "Hela Rotane", dan "Negeriku". Kemudian, masih ada PSM UI Paragita yang akan menyanyikan tiga lagu dalam sesi latihan tersebut. (sumber dan foto: kompas.com, 24 Agustus 2016 dengan judul liputan “Empat Paduan Suara Siapkan Ode untuk Indonesia di BBJ)

 

 

Rektor Universitas Trilogi Ajak PTS Giatkan Aktifitas Riset

Rektor Universitas Trilogi Ajak PTS Giatkan Aktifitas Riset
 

Aktifitas riset di negara kita memang harus diakui masih rendah. Termasuk di Perguruan Tinggi (PT) yang sebenarnya merupakan pusat dari aktifitas itu. Oleh karena itu, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah dengan menstimulus para dosen. Para dosen yang mengurus kepangkatan harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya kegiatan riset dan publikasi ilmiah di jurnal.

“Perguruan Tingi mempunyai sumbangan yang tidak kecil sebenarnya bagi negara, tetapi mengapa SDM kita saat ini masih selalu rendah?” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin dalam forum Workshop Jabatan Akademik dan Penelitian Angka Kredit Tahun 2016.

Mengutip publikasi dari hasil World Economic Forum (WEF) 2016. Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) in menyatakan indeks inovasi kita cukup baik, walaupun tidak terlalu baik. “Namun untuk pemanfaatan tekonologi, inovasi teknlogi untuk dunia industri, kita sangat jauh tertinggal. Bahkan peringkatnya turun dari sebelumnya,” ujarnya Acara workshop yang bertempat di Universitas Trilogi ini dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti melalui Kopertis Wilayah III.

Para dosen PTS yang berada dalam naungan Kopertis Wilayah III ini diberikan berbagai informasi mengenai kegiatan riset yang terkait dengan jabatan dan angka kreditnya. Oleh karena itu, guru besar bidang statistika ini mengajak para dosen yang mengabdi di PTS untuk terus giat melakukan kegiatan yang kontributif bagi negara. “Tidak hanya itu, para dosen juga harus membangun kultur riset ini kepada para mahasiswa. Kedepan kita harapkan tidak ada lagi diskonetifitas antar PT dan perguruan tinggi,” harapnya dalam forum workshop yang berlangsung pada Selasa (4/10) itu.

 

 

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SD

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SD
 

Perkembangan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam peningkatan proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis Teknologi merupakan suatu kebutuhan dalam dunia pendidikan.

Keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar sangat penting. Dalam proses pembelajaran ada banyak faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran, diantaranya pendidik, siswa, lingkungan, metode serta media pembelajaran. Pada kenyataannya, dalam pembelajaran seringkali terjadi proses pengajaran berjalan tidak secara efektif khususnya Jenjang SD.

Oleh karena itu, Seminar yang diselenggarakan prodi PGSD bertema “Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Teknologi” yang berlangsung pada Sabtu (23/04/2016) di Auditorium Universitas Trilogi menjadi salah satu perhatian dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan Media Pembelajaran PUSTEKKOM Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Hidayat Muchtar menyatakan “dengan kemajuan teknologi para guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat teknologi dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga seharusnya dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran berbasis teknologi apabila media tersebut belum tersedia”.

Ia juga menambahkan dengan perkembangan teknologi sangat membantu dalam menciptakan berbagai kreatifitas produksi media pembelajaran, baik berupa gerak, audio maupun visual. Berbagai macam software yang dapat digunakan antara lain Power Point, Macromedia Flash, Movie dan lain-lain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai materi pembelajaran baik sains, sosial maupun materi agama selama guru bisa menyusunnya sesuai kebutuhan dan target-target materi dan pembelajaran yang hendak dicapai, disampaikannya.

Pada Seminar yang berlangsung bukan hanya teori saja yang dipaparkan oleh pemateri, melainkan praktek langsung cara membuat media pembelajaran berbasis teknologi. Dosen Teknologi Infomatika Universitas trilogi saat acara berlangsung, “dimulai membimbing para guru SD untuk membuat materi pembelajaran yang kreatif. Proses pertama dengan menurunkan silabus yang kemudian diubah menjadi materi belajar di kelas. Dilanjutkan dengan install aplikasi construct2”.

Seminar yang mengusung teknologi ini Sabtu (23/04/2016) saat materi kedua dipimpin oleh Silvester Dian Handy Permana,k ST., M.T.I, ungkapnya “membuat media pembelajaran berbasis teknologi untuk para guru dan calon guru harus didampingi tim mahasiswa universitas trilogi jurusan telematika, bertujuan agar memudahkan peserta bertanya saat ada kesulitan membuat media”.

Ia juga menambahkan “pentingnya kolaborasi teknologi didalam dunia pendidikan yang dikemas dengan baik akan menghasilkan produk yang efektif yang dapat digunakan saat mengajar. Melihat acara ini secara keseluruhan antusiasme dan kehausan para guru dan calon guru untuk belajar. Bahagia melihat para guru bersemangat untuk belajar, walaupun ada beberapa orang yang terkendala dengan keterampilan menggunakan komputer. Materi sains dengan menggunakan aplikasi construct menjadi favorit dan mencipta antusiasme tersendiri. Harapanku semoga kedepannya teknologi dalam pendidikan di Indonesia semakin berkembang lebih baik lagi. Semoga para guru berhasil mempraktekkan teknik belajar menyenangkan ini di kelas dan membuat anak-anak SD semakin semangat belajar”. Ungkapnya.

TTD. PRODI PGSD

 

 

PRODI AKUNTANSI TRILOGI MEMPERSIAPKAN MAHASISWA MENJADI AKUNTAN DENGAN UJIAN SERTIFIKASI KEAHLIAN AKUNTANSI DASAR (USKAD)

PRODI AKUNTANSI TRILOGI MEMPERSIAPKAN MAHASISWA MENJADI AKUNTAN DENGAN UJIAN SERTIFIKASI KEAHLIAN AKUNTANSI DASAR (USKAD)
 

Tidak dipungkiri, tantangan seorang Sarjana saat ini menjadi lebih kompetitif. Maka untuk mempersiapkan lulusannya, Prodi Akuntansi mendorong para mahasiswa untuk memiliki sertifikasi kompetensiyang dikeluarkan oleh lembaga ataupun organisasi profesi, salah satunya Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). .

Pada tanggal 12 Januari 2016, beberapa mahasiswa akuntansi Universitas Trilogi memperoleh kesempatan dari IAI untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Dasar Keahlian Dasar Akuntansi (USKAD) tersebut bersama perwakilan dari universitas lainnya yang juga menjadi kampus afiliasi Ikatan Akuntan Indonesia. Ujian dilakukan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB, yang terbagi menjadi tiga sesi yaitu Studi Kasus, Pilihan Ganda, serta Essay. .

Hasil ujian diumumkan oleh IAI pada tanggal 15 Maret 2016, dari kurang lebih 25 peserta ujian, perwakilan dari Universitas Trilogi dengan nama Ahmad Maulana Syarif (2013) dan Hilda Yuliani (2013) berhasil menjadi dua dari lima mahasiswa yang lulus USKAD. Ketiga mahasiswa lainnya yang lulus USKAD adalah perwakilan dari STIE Kesatuan Bogor, Perbanas Institute, dan Universitas Tarumanegara.

Artikel & Dokumentasi by: Hilda - Novita
 

 

Prodi Akuntansi Universitas Trilogi : “Sertifikasi bagi mahasiswa itu wajib!”

Prodi Akuntansi Universitas Trilogi : “Sertifikasi bagi mahasiswa itu wajib!”
 

Pengakuan dari pihak lain atas kapabilitas seseorang dalam bidang tertentu merupakan salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, program studi (prodi) akuntansi Universitas Trilogi mewajibkan mahasiswanya untuk memiliki sertifikasi-sertifikasi yang diakui baik lokal maupun secara global.

Selain memiliki ilmu pengetahuan dalam bidang akuntansi, mahasiswa juga harus mampu untuk mengaplikasikannya dalam program komputer. Salah satu program komputerisasi akuntansi adalah MYOB. Prodi akuntansi Universitas Trilogi bekerjasama dengan PT. Net21Plus memberikan training dan sertifikasi MYOB Basic Level bagi mahasiswa yang telah menduduki semester empat, dan MYOB Intermediate Level bagi mahasiswa yang telah menduduki semester enam. Sebagian besar mahasiswa akuntansi yang lulus dari Universitas Trilogi dapat dipastikan juga memiliki sertifikasi MYOB baik level Basic maupun Intermediate yang akan membantu mahasiswa dalam bersaing dengan para kompetitornya ketika mulai memasuki dunia kerja.

Selain komputerisasi akuntansi, mahasiswa prodi akuntansi Universitas Trilogi juga diharapkan untuk mengerti mekanisme penggunaan aplikasi perpajakan E-faktur. Tax-Center Universitas Trilogi bekerjasama dengan praktisi di bidang perpajakan memberikan pelatihan E-faktur bagi mahasiswa prodi akuntansi Universitas Trilogi. Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai mekanisme penggunaan E-faktur untuk perusahaan yang temasuk kedalam kategori Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Artikel & Dokumentasi by: Mely - Novita
 

 

MAHASISWA AKUNTANSI MENJADI TOP 5 Di PRASETIYA MULYA ACCOUNTING FESTIVAL (PMAF) 2016

MAHASISWA AKUNTANSI MENJADI TOP 5 Di PRASETIYA MULYA ACCOUNTING FESTIVAL (PMAF) 2016
 

Kompetisi menjadi salah satu wadah untuk mahasiswa menguji kompetensi keilmuan yang diterima dalam sesi kuliah. Dan Program Studi S1 Akuntansi Universitas Trilogi selalu mendorong mahasiswa-mahasiswanya untuk berani mengikuti kompetisi baik bidang akuntansi, pajak, audit, maupun business case.

Salah satu kompetisi akuntansi yang diikuti oleh mahasiswa adalah Prasetiya Mulya Accounting Festival (PMAF) 2016. 16 mahasiswa akuntansi Trilogi yang terbagi dalam 4 Tim telah menyelesaikan Online Preliminary Round pada tanggal 6 Mei 2016 dimana dua dari empat tim tersebut lolos ke babak TOP 30. Kedua tim tersebut adalah TRITEAM yang beranggotakan Ahmad Maulana Syarif (2013), Hilda Yuliani (2013), dan Imra As Saleh (2013), dan GLORY yang beranggotakan Imas Ayu Parastrie (2013), Dyah Pratiwi (2013), dan Dewi Anggriani (2013).

Setelah mengikuti babak TOP 30 pada 16 Mei 2016, TRITEAM berhasil masuk ke dalam Babak SEMIFINAL, dan terus melaju untuk mengikuti Babak FINAL pada 17 Mei 2016. Namu langkah TRITEAM masih tertahan pada Peringkat 4 sementara Juara 1 diraih Program Pendidikan Akuntansi (PPA) BCA, Juara 2 diraih Program Pendidikan Akuntansi (PPA) BCA, dan Juara 3 diraih Universitas Indonesia, sedangkan Universitas Multimedia Nusantara berada di posisi kelima.

Artikel & Dokumentasi by: Hilda - Novita

 

 

TOP 20 NATIONAL ACCOUNTING OLYMPIAD UNIVERSITAS GADJAH MADA 2016

TOP 20 NATIONAL ACCOUNTING OLYMPIAD UNIVERSITAS GADJAH MADA 2016
 

Mahasiswa akuntansi Universitas Trilogi kembali menguji kompetensi mereka di ajang kompetisi akuntansi nasional yang bergengsi, National Accounting Olympiad Universitas Gadjah Mada (NAO UGM) 2016. Sungguh sebuah kebanggaan besar bagi Universitas Trilogi karena dari 150 tim Universitas Seluruh Indonesia yang berpartisipasi mengikuti Online Preliminary Round NAO UGM pada tanggal 10 April 2016, 4 tim yang mewakili Universitas Trilogi lolos ke dalam TOP 35 dan berhak mengikuti babak selanjutnya yang akan diselenggarakan di UGM Yogyakarta. 


Selanjutnya TIM dengan anggota Ahmad Maulana Syarif (2013), Hilda Yuliani (2013), dan Melyana Tyas Anggraeni (2013) berhasil masuk ke tahap TOP 20 bersama tim dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Pelita Harapan, Trisakti School of Management, Universitas Sriwijaya, dan lainnya. Hasil dari Babak Final NAO UGM adalah Universitas Indonesia meraih Juara 1, Universitas Surabaya Juara 2, Trisakti School of Management Juara 3, serta Universitas Surabaya sebagai Best Online Preliminary. Salah satu perwakilan dari Universitas Trilogi yaitu Zaenal Ubaedi (2013) berhasil mengukir prestasi sebagai “Fastest Team” di Jogja Amazing Race yang juga menjadi rangkaian acara Gadjah Mada Accounting Days.

Artikel & Dokumentasi by: Hilda - Novita
 

 

JUARA 3 ACCOUNTING FAIR (GALAKSI 2016) UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JUARA 3 ACCOUNTING FAIR (GALAKSI 2016) UIN SYARIF HIDAYATULLAH
 

Pada tanggal 19 Mei 2016, mahasiswa akuntansi Universitas Trilogi kembali mengukir prestasi di salah satu ajang kompetisi akuntansi. Setelah melewati Online Preliminary Round pada tanggal 11-14 Mei 2016, keempat tim yang diikutsertakan dalam Accounting Fair (GALAKSI 2016) seluruhnya berhasil lolos ke Babak SEMIFINAL yang diselenggarakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama dengan Universitas Indonesia, Trisakti School of Management, Universitas Negeri Jakarta, STIE Rawamangun, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dari keempat tim Universitas Trilogi tersebut, tim yang beranggotakan Melyana Tyas Anggraeni (2013), Miftahul Janah (2013), dan Selma Ana Asriani (2014) berhasil lolos dan masuk Babak FINAL dan hasil akhir dari kompetisi ini adalah Universitas Indonesia yang tampil sebagai Juara 1, Trisakti School of Management meraih Juara 2, dan Universitas Trilogi berada di posisi Juara 3.

Artikel dan Dokumentasi by: Hilda
 

 

IAI-ICAEW CHARTERED ACCOUNTANT SCHOLARSHIP PROGRAM

IAI-ICAEW CHARTERED ACCOUNTANT SCHOLARSHIP PROGRAM
 

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bekerjasama dengan Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) mengadakan suatu program beasiswa Chartered Accountant (CA) yang dikhususkan untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Beasiswa ini bertujuan untuk membuka kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk menjadi Akuntan Profesional berstandar global. Saat ini, seleksi bersama untuk mendapatkan beasiswa tersebut telah mencapai batch kedua. Batch pertama dilaksanakan di Grha Akuntan, Menteng, Jakarta Pusat sedangkan batch kedua dilaksanakan di Universitas Trilogi. Dari seleksi tersebut, terdapat beberapa mahasiswa dari Universitas Trilogi yang berhasil mendapatkan beasiswa CA IAI-ICAEW, adapun mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang berhasil lolos ujian tersebut adalah sebagai berikut :

1. Melyana Tyas Anggraeni (Mahasiswa prodi Akuntansi 2013, lolos ujian batch 1)

2. Hilda Yuliani (Mahasiswa prodi Akuntansi 2013, lolos ujian batch 2)

3. Ahmad Maulana Syarif (Mahasiswa prodi Akuntansi 2013, lolos ujian batch 2) .

Mahasiswa-mahasiswa tersebut berhak mendapat beasiswa untuk mengikuti 7 subjek ujian CA dari IAI dan ujian CFAB (Certificate in Finance, Accounting and Business) dari ICAEW. Selamat kepada para penerima beasiswa, semoga sukses!! Selamat kepada para penerima beasiswa, semoga sukses!!

Artikel by: Mely, Dokumentasi: IAI
 

 

JUARA 2 TRILOGI ACCOUNTING COMPETITION (3ACTION) PART VII

JUARA 2 TRILOGI ACCOUNTING COMPETITION (3ACTION) PART VII
 

Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Trilogi (HIMAKSI TRILOGI) pada tanggal 26 April 2016 mengadakan salah satu rangkaian acara dari 3Action (Trilogi Accounting Competition) yakni Kompetisi Akutansi untuk tingkat Universitas. Tidak mau ketinggalan keseruan berkompetisi di ajang kompetisi akuntansi paling bergengsi di Universitas Trilogi, Program Studi S1 Akuntansi juga mengirimkan mahasiswa berprestasi untuk kompetisi ini yaitu Devi Ratnasari (2013), dan Heppy Wulandari (2013), dan Zaenal Ubaedi (2013). Setelah melewati beberapa babak dengan materi yang diujikan adalah Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, Audit, dan pengoperasian software MYOB. Tim dari Universitas Trilogi termasuk tim yang lolos ke Babak Final berupa Case Study dan berhasil meraih Juara 2 bersama Universitas Indonesia (Juara 1) dan STIE Bina Niaga (Juara 3).

Artikel & Dokumentasi by: Hilda