Lagi, Trilogi Choir Menangkan Kompetisi Tingkat Internasional

Lagi, Trilogi Choir Menangkan Kompetisi Tingkat Internasional

Trilogi Choirkembali menunjukkan prestasinya di ajang kompentensi internasional. Kali ini, tim paduan suara Universitas Trilogi itu menjadi pemenang dan sekaligus mendapat predikat gold medal  Berdasarkan rilis resmi penyelenggara, di ajang yang bernama International Choir Competition: Orientale Concencentus 10 diikuti oleh berbagai negara. Pada kompetisi yang berlangsung di Singapura ini, Trilogi Choir mengikuti beberapa kategori. Diantaranya adalah kategori Folklore yang membuat membuat Trilogi Choir berhak memboyong piala kemenangan.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin yang dalam turut serta hadir menyaksikan kompetisi yang berlangsung pada 7-10 Juli itu memberikan ucapan terimakasih kepada semua pihak.

 “Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang terus memberi dukungan sehingga para mahasiswa Trilogi semakin kreatif dan berprestasi. Diantaranya seperti saat ini, tim Trilogi Choir dinobatkan sebagai pemenang di ajang International Choir Competition,” ucapnya saat mendampingi tim Trilogi Choir di negeri yang dikenal dengan ikon Patung Merlion itu.

Terkait seni sendiri, Wakil Forum Rektor ini menuturkan bahwa sebenarnya di negara maju, pendidikan dan seni merupakan dua hal yang bersatu, tidak terpisah. Namun sayangnya di Indonesia, hal ini masih dianggap berbeda. “Untuk itu, kita berharap kampus tidak lagi menjadi tembok penghalang yang memisahkan seni sekaligus dengan masyarakat itu sendiri.” tuturnya.

Sementara itu, salah satu personil Trilogi Choir, Ely Yulianti mengungkapkan sangat bangga sekali atas kemenangan ini. “Selain bangga atas kemenangan, tentu kami juga bangga karena bisa mengharumkan nama almamater dan bangsa di ajang internasional ini,” ucap Mahasiswa Manajemen yang juga aktif sebagai L.O Universitas Trilogi ini.  

Untuk diketahui, sebagai kampus yang mengakomodir kecerdasan holistik mahasiswanya. Universitas yang dikenal dengan kampus teknopreneur ini selalu memberikan ruang ekspresi yang semaksimal. Oleh karena itu, berbagai ide kreatif yang berbuah prestasi terus lahir. Tidak hanya dalam kategori seni, tetapi juga bidang lainnya seperti lomba karya ilmiah dan inovasi teknologi.

Wow! Ujian Semester, Mahasiswa Kampus Ini Buat Pagelaran Seni Nusantara

Wow! Ujian Semester, Mahasiswa Kampus Ini Buat Pagelaran Seni  Nusantara

 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut lima unsur Pentahelix ABCGM sebagai kunci sukses pengembangan pariwisata. Kelima unsur itu adalah Akademisi, Birokrasi, Community, Government dan Media. Peran kelima unsur ini, termasuk, Akademisi, sangat penting dalam ikut menyukseskan pariwisata. Dalam konteks seperti itulah apa yang dilakukan oleh Universitas Trilogi, Jakarta ini bisa dimaknai sebagai bagian dari turut mensukseskan agenda pemerintah. Bila umumnya ujian semester berupa pertanyaan tertulis, maka untuk mata kuliah Kebugaran & Apresiasi Seni di teknopreneur ini adalah berupa “Pentas Seni Nusantara.”

Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Irawan Karseno memberikan apresiasi atas Universitas Trilogi atas pagelaran pentas seninya. Seniman tenar ini berharap para mahasiswa terus berbangga dengan karya seninya.  “Kampus harus menjadi tempat kebebasan berekspresi, termasuk juga kebebasan berpikir,” sampainya dalam sambutan acara yang berlangsung pada hari Sabtu (8/6) dan bertempat di atrium kampus Trilogi ini.

‘Universitas Trilogi dalam pediriannya memang selalu mengedapankan kecerdasan atau kemampuan holistik peserta didik. Kita tidak ingin mahasiswa dibina secara parsial saja. Tetapi semua kemampuan dirinya harus bisa tereksplorasi secara utuh. Termasuklah unsur seni yang ada dalam dirinya,” ujar Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin

Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini juga mengaktan bahwa apresiasi jiwa seni adalah bagian dari pengembangan soft skill mahasiwa. ‘Lebih dari itu, ini semua adalah bentuk pemanfaatan sumber daya kreatif insan Indonesia yang selama ini sering kita lupakan. Pahadal sumber daya kreatif merupakan kekayaan negeri yang nilainya tak terbatas,” tuturnya

Oetari Noor Permadi, selaku konsultan dan penanggung jawab tim pengajar mata kuliah Kebugaran dan Apresiasi Seni ini menjelaskan bahwa sebanyak 500 mahasiswa semester 2  dari 11 program studi selama semester ini diajak mengenal berbagai budaya Indonesia Mereka melakukan eksplorasi seni sesuai dengan minatnya dan melatih tubuh agar bugar dan lentur untuk berekspresi seni.

"Mereka melaksanakan Ujian Akhir Semester dalam bentuk pementasan seni empat kebudayaan sekaligus yaitu Jawa, Bali, Minang, dan Papua. Pementasan tersebut melibatkan 4 Tim Produksi Tiap Budaya yang menampilkan Tari, Musik & Teater,” sampainya

Lebih lanjut, mantan penyiar TVRI ini menambahkan, jalan budaya dan seni; khususnya seni pertunjukan sangat cocok sebagai muatan pembentukan karakter dalam pendidikan. Dengan motto pertunjukan ~ the show must go on~ yaitu "biar pun langit runtuh, pertunjukan tetap berlangsung" maka, para mahasiswa didorong untuk berani ambil tanggung jawab, bertenggang rasa, punya inisiatif dan pantang menyerah berkreasi guna memberikan yang terbaik bagi kelompoknya. Semua itu untuk menyiapkan mereka sebagai enterpreneur di bidang seni budaya lokal yang handal.

Mahfud MD: Bersyukurlah Kita Hidup Di Indonesia

Mahfud MD: Bersyukurlah Kita Hidup Di Indonesia

Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara yang kaya dengan budayanya saja. Namun keberhasilan mengelola kemajemukan dari budayanya tersebut juga menjadi apresiasi dunia. Dengan penduduk mayoritas Islam, kebhinekaan di Indonesia tetap terjaga hanya demi persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, kita harus bersyukur karena hidup di Indonesia ini.

Sebagaimana yang diungkapakan oleh Prof. Mahfud MD, hanya di Indonesia ini orang melakukan ajaran agamanya dengan nyaman. “Sehingga kita sebagai umat Islam harus bersyukur karena ber-Islam di sini,” tuturnya saat didaulat sebagai pengisi materi Halal Bihalal Idul Fitri keluarga besar Universitas Trilogi Jakarta.

Terkait momentum  Idul Fitri, Ketua Makamah Konstitusi (MK) periode 2008 – 2013 ini mengingatkan bahwa Idul Fitri  sebagai sarana refleksi bahwa suatu saat kita akan pulang ketempat tingggal kita yang sebenarnya. Oleh karena itu, kita harus mengumpulkan bekal yang terbaik.

“Idul Fitri itu seperti orang pulang, pulang kembali. Pulang kemana? Kembali kekesucian diri. Idul Fitri mengingatkan kita juga bahwa suatu saat kita akan pulang yang sebenarnya. Maka persiapkanlah bekal,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin dalam sambutannya selain menghaturkan maaf lahir batin kepada semua pihak dan keluarga besar kampus yang dipimpinnya, juga mengingatkan bahwa tradisi Halal Bihalal adalah hal yang uni dan menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Kegiatan semacam Halal Bihalal ini adalah tradisi bangsa kita yang sejatinya hanya dimiliki bangsa ini. Oleh karena itu, selalin harus berbangga maka kita juga harus melestarikannya,” sampai Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini.

Acara yang berlangsung di auditroirum Universitas Trilogi pada Senin (3/6) ini tidak hanya dihadiri oleh pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa Universitas Trilogi. Tetapi juga dihadiri oleh para tamu undangan termasuk di dalamnya adalah para Alumni Penerima Beasiswa Supersemar yang sekarang sudah berkibar di kancah nasional bahkan internasional.

Trilogi Beriman, Berbagi Indahnya Ramadhan

Trilogi Beriman, Berbagi Indahnya Ramadhan

Mengambil tema ‘Trilogi Beriman, Berbagi Indahnya Ramadhan,’ seperti biasa Universitas Trilogi selalu mengaktifkan aktifitas ramadhan dengan beragam kegaitan. Salah satu puncak kegiatan tersebut adalah  santunan anak yatim dan buka puasa bersama civitas akademikanya.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa Iman dan Taqwa harus diimplementasikan secara utuh. ‘Iman dan taqwa itu bukan semacam formalitas. Iman selalu dikaitkan dengan taqwa. Sehingga Ramadhan ini menjadi momentum kita untuk meraih predikat taqwa tersebut,” sampainya.

Selanjutnya, Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini mengatakan ketika masuk kepada Idul Fitri, kita kembali kepada kesucian. “Saya berharap, terutama pada civitas akademik kampus ini dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk meraih kesucian lahir dan bathin. Kesucian  juga dalam memandang persoan agar lebih objektif,” ujarnya.

 

Acara yang berlangsung di Universitas Trilogi ini berlangsung pada hari Jum’at (16/6). Selain mengadakan santunan kepada anak yatim yang berdomisili di sekitar kampus. Acara buka bersama juga didahului dengan penyampaian santapan rohani oleh Ust. Faris BQ. Ustadz yang juga penulis produktif buku-buku inspiratif ini berpesan agar kita senantiasa untuk selalu dalam ketaatan kepadanya serta selalu mengimplementasikan rasa syukur. 

Rektor Universitas Trilogi: Pemilihan Rektor Tak Perlu Libatkan Presiden

Rektor Universitas Trilogi: Pemilihan Rektor Tak Perlu Libatkan Presiden 

Beberapa waktu lalu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sempat mengatakan pemerintah berencana menyusun kebijakan pemilihan rektor perguruan tinggi yang melibatkan presiden. Salah satu alasannya adalah maraknya ideologi yang tidak sesuai dengan kehidupan bernegara di Indonesia yang masuk ke kampus.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin menegaskan bahwa hal tersebut tidak perlu terjadi. Menurut guru besar statistika IPB ini alasannya karena saat ini pemilihan rektor sudah melibatkan Menristek Dikti.

“Tidak perlu ada campur tangan Presiden langsung, karena selama ini suara pemerintah melalui Menristek Dikti sudah besar porsinya dalam pemilihan rektor-rektor kita,” ujarnya.

Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini menjelaskan bahwa dalam Permendikas sebenarnya suda diatur tata cara pemilihan rektor dimana ada suara menteri disana. Jadi tidak hanya anggota senat saja. “Perbandingannya yakni 35 persen suara menteri dan 65 persen suara anggota senat universitas,” sampainya.

Selanjutnya, Ia menganggap wajar saja jika pemerintah khwatir terhadap berbagai ideologi yang berbahaya masuk ke kampus. Oleh karena itu harapannya kedepan bagaimana seharusnya pimpinan kampus bisa difokuskan untuk memperhatikan dan membina mahasiswanya.

“Jangan sampai urusan administrasi dan akreditasi menyita waktu para pimpinan perguruan tinggi. Rektor juga memiliki tugas untuk mempercepat pertumbuhan melalui sains dan teknologi,”jelasnya.

Gelar English Debate, Universitas Trilogi Pacu Peningkatan Komunikasi Siswa

Gelar English Debate, Universitas Trilogi Pacu Peningkatan Komunikasi Siswa

Disadari bahwa kemampuan komunikasi merupakan hal yang sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. Berawal dari komunikasi, jalan kemitraan terbuka. Apalagi ketika komunikasi tersebut diperkuat dengan penguasaan berbagai bahasa internasional. Kemampuan yang demikian juga telah menjadi kewajiban di tengah persaingan yang semakin mengglobal.

Rektor Universtias Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin mengatakan bahwa ada dua skill yang harus dikuasi masyarakat, disamping penguasaan teknologi yang memang sudah bersifat wajib. ‘Dua hal tersebut adalah kemampuan komunikasi dan kemampuan mengaktualisasikan komunikasi itu dalam bentuk tulisan,” ujarnya saat membuka acara Lomba Debat Bahasa Inggris bagi Siswa SMA/Sederajat di Jakarta dan sekitarnya.

Wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini menuturkan, akibat masih kurangnya kemampuan ini. Negara kita selalu kalah dalam berbagai hal. Bahkan dengan negara tetangga yang dulunya jauh tertinggal dengan kita.

“Oleh karena itu, harapan kita adalah bagaimana usaha untuk meningkatkan keahlian ini dimulai dari sejak dini, yaitu dari anak-anak sekolah. Kompetisi ini bukan sekedar untuk ajang menang-kalah, tetapi bagaimana kita bisa memacu diri untuk lebih kompetitif dan berprestasi,” pesan guru besar bidang statistika ini.

Acara lomba debat yang berlangsung di Universitas Trilogi ini diikuti oleh puluhan sekolah yang sudah terseleksi. Berlangsung dari tanggal 22 – 23 Mei , acara ini juga dihadiri oleh guru pendamping masing-masing sekolah dan para suporternya.

Tidak hanya menyelenggarakan seremonial lomba debat. Universitas Trilogi juga membiasakan diri mahasiswanya berkomunikasi dengan bahasa inggris dengan program ‘English Days.’ Seperti penuturan salah satu mahasiswa baru Universitas Trilogi, Rian Rian Dwi Yatmoko, English Days mengajarkan mahasiswa untuk membiasakan diri dalam berkomunikasi dengan bahasa inggris.

“Dengan program ini, mahasiswa merasa terbiasa dan yang terpenting adalah harus disadari kemampuan komunikasi ini tidak hanya berguna saat kuliah saja. Namun ketika masuk ke dunia kerja atau dunai pasca kuliah, hal ini tentu lebih berguna,” tutur mahasiswa jurusan PGSD 2016 Universitas Trilogi ini.

Terus Pacu Generasi Teknopreneur, Univesitas Trilogi Gelar Startup Bootcamp

Terus Pacu Generasi Teknopreneur, Univesitas Trilogi Gelar Startup Bootcamp

Meski sudah dikenal sebagai kampus teknopreneur, Universitas Trilogi tidak berhenti pada upaya melahirkan generasi teknopreneur di kampusnya. Namun juga terus merambah agar semangat positif ini terus mengalir pada seluruh mahasiswa di berbagai kampus. Seperti pada bulan Mei yang akan dating, Universitas Trilogi kembali mengadakan acara ‘Startup Bootcamp’ dengan menghadirkan pembicara dan motivator startup ternama.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin  mengatakan memang upaya untuk meningkatkan jumlah teknopreneur yang lahir dari kalangan mahasiswa adalah bagian yang tidak terpisahkan dari lahirnya Universitas Trilogi. “ Universitas Trilogi juga merasa  ini adalah sebuah tanggungjawab moral sekaligus tanggunjawab akdemik. Masih minimnya jumlah pengusaha yang ada di Indonesia seharusnya menjadikan kampus lebih bertanggunjawab,” sampainya.

Dilanjutkannya lagi, jika kampus tidak mengambil peran maka jangan berharap lebih akan terjadinya akselerasi pertumbuhan anak muda kreatif di Indonesia ini. Terutama dalam menghasilkan ide dan bisnis-bisni baru dari mereka.

“Kreatifitas inilah yang harus menjadi perhatian serius kita bersama. Jangan sampai kampus dipenuhi oleh kekakuan aktifitas  yang kemudian berdampak pada jenuhnya proses pembelajaran. Akibatnya? Tentu lulusan kampus yang seharusnya menyelesaikan persoalan, namun justru sebaliknya. Membenani bangsa,” tegas Wakil Forum Rektor  Indonesia (FRI) ini.

Sementara itu, panitia yang  juga merupakan salah satu inisiator acara, Maulidian, S.Hut., M.M menuturkan bahwa acara ‘Startup Bootcamp’ ini akan diadakan dua hari berturut-turut yaitu pada tanggal  5 – 7 Mei 2017.

“Khusus acara ini, secara spesifiknya kita menginginkan terjadinya pertumbuhan startup di sektor agribisnis. Selain mengundang pembicara dan pakar startup Indonesia. Acara yang akan berlangsung di Universitas Trilogi ini juga akan menghadirkan pembicara dari luar negeri. Dari sini kita belajar semaksimal untuk segera menerapkan,” jelas Ketua Program Studi Agribisnis Universitas Trilogi ini. 

Berkolaborasi Bersama MGBK DKI Jakarta, Universitas Trilogi Sukseskan Program PMDKnya

Berkolaborasi Bersama MGBK DKI Jakarta, Universitas Trilogi Sukseskan Program PMDKnya

Melalui program Penelusuran Minat & Kemampuan (PMDK), Universitas Trilogi berharap bisa menjadi kampus yang bisa meningkatkan potensi generasi muda. Bukan hanya untuk sekedar menjaring nilai akademik yang selama ini dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi. Namun minat atau passion juga harus menjadi pertimbangan utama.

Untuk lebih memantapkan ketercapaian programnya ini, Universitas Trilogi melakukan kolaborasi bersama para guru BK di berbagai sekolah.  Seperti pada Selasa (19/4), Universitas Trilogi menggandeng Musyawarah Guru BK (MGBK) DKI Jakarta untuk mendukung programnya.

 “Kita ketahui, di sekolah mempunyai guru BK yang sebenarnya lebih mengetahui pemetaan dari potensi dan bakat siswanya,”  ujar Kepala Bagian Kerjasama & Promosi Universitas Trilogi, Dian Ruslan ST,. MM.

Lebih lanjut, dosen program studi Sistem Informasi ini menerangkan bahwa program PMDKnya selain memilih siswa berdasarkan minat atau bakatnya. Program PMDK juga memberikan banyak benefit lainnya.

“Selain mendapat Beasiswa Akademik senilai 25 juta rupiah, para siswa yang diterima di program ini juga akan langsung kita terima tanpa tes dan akan diberikan kesempatan mengikuti agenda prakuliah gratis,” sampainya.

Lebih lanjut, Dian Ruslan menuturkan bahwa pada prinsipnya kelahiran Universitas Trilogi adalah untuk membawa para generasi muda menjadi lebih baik dengan tiga pilar utamanya, yaitu Teknopreneur, Kolaborsi dan Kemandirian. Melalui 3 pilar ini, output yang dihasilkan dari pembelajaran nantinya akan menghasilkan lulusan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Bukan sebaliknya.

Sementara itu, Ketua MGBK DKI Jakarta, Dra. Ester Damanik, M.Pd. Kons menyambut baik program PMDK Universitas Trilogi. Menurutnya memang sudah saatnya kampus mempertibangkan potensi lain yang ada pada siswa selain kemampuan akademisnya. Karena jika tidak terpetakan dengan baik, mahasiswa akan dihadapkan pada ‘kasus’ salah jurusan. Jika sudah demikian, akan bertambah PR pendidikan kita.

Informasi Lebih Lanjut:

Dian Ruslan (Kabag Kerjasama & Promosi): 0812 8931 0900

Dra. Ester Damanik, M.Pd. Kons (Ketua MGBK DKI Jakarta): 0813 1092 5194 /0857 7367 7507

Buka Bursa Kerja, Rektor Universitas Trilogi Sampaikan Pentingnya Jiwa Teknopreneur

Buka Bursa Kerja,  Rektor Universitas Trilogi Sampaikan Pentingnya Jiwa Teknopreneur

Untuk memfasilitasi para pencari kerja, Universitas Trilogi tidak hanya rutin menyelenggarakan agenda bursa kerja.  Tetapi juga tetap dibarengi dengan berbagai kegiatan yang mendukung penumbuhan jiwa keteknopreneuran. Tujuannya tidak lain adalah bukan hanya pada angka jumlah tenaga kerja yang terserap. Akan tetapi lebih dari itu adlah tumbuhnya jumlah pengusaha muda kreatif di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin saat pembukaan Bursa Kerja Universitas Trilogi pada Rabu (23/3). Selain itu, Rektor kampus yang dikenal pencetak tekopreneur ini juga berpesan agar para pencari kerja tetap semangat menumbuhkan jiwa teknopreneurnya.

“Siapapun kita, kita mempunyai potensi yang sama untuk menjadi seorang pengusaha. Dengan menjadi pengusaha, bukan hanya persoalan pribadi yang terjawab karena telah mendapatkan kerja atau penghasilan. Namun juga bisa menjawab persoalan orang lain, yakni mereka bisa bekerja dengan kita,” sampainya.

Ditambahkannya, dengan demikian tanpa disadari perlahan tapi pasti persoalan di negeri ini akan teratasi. Apalagi sampai saat ini jumlah pengusaha di negeri Indonesia belum mencapai standar minimal sebuah negara maju.

Ketua Panitia, Ibu Dewi mengucapkan terimakasih atas puluhan perusahaan yang telah bersedia untuk hadir dan berpartisipasi. “Terimkasih kami ucapkan kepada rekan-rekan dari perusahaan yang telah berpartisipasi untuk memberikan kesempatan bagi teman-teman yang sedang mencari kerja atau informasi mengenai pekerjaan,” tuturnya.

Acara Bursa Kerja yang berlangsung pada selama dua hari, yaitu Rabu dan Kamis (23/2) juga diselenggarakan dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Trilogi. Universitas Trilogi adalah kampus yang berpilarkan pada tiga-logi, yaitu Teknopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, pembelajaran di Universitas Trilogi juga dibangun untuk meningkatkan koneksi antara lulusan perguruan tinggi dengan dunia usaha/industri. Selain itu juga penguatan pada usaha untuk pemberdayaan masyarakat/lingkungan.

Sambut Dies Natalis, Universitas Trilogi Selenggarakan Turnamen Golf

Sambut Dies Natalis, Universitas Trilogi Selenggarakan Turnamen Golf

Dalam rangka sambut Dies Natalisnya, Universitas Trilogi mengadakan berbagai kegiatan di berbagai bidang. Kegiatan ini sebagai implementasi peran aktif Universitas Trilogi sebagai kampus yang berpilarkan teknopreneur, kolaborasi dan kemandirian. Selain itu, juga untuk membangun semangat mempersatukan kebhinekaan sekaligus kesadaran kolektif dalam menjaga ketuhan bangsa.

Seperti Turnamen Golf yang berlangsung pada Minggu  (12/2) ini, Universitas Trilogi berharap turnamen yang diselenggarakannya ini bisa menjadi sarana silaturahim untuk kemudian membangun kolaborasi. “Selain menyambut Dies Natalis, pelaksanaan turnamen golf ini juga untuk silaturahmi diantara kalangan akademisi, alumni, pengusaha, birokrat, dan kalangan umum lainnya dalam mewujudkan kerjasama di segala bidang,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Trilogi Cup Golf Turnamen 2017, Ade Suryanti, MMBAT.

Lebih lanjut, perempuan yang juga diamanahkan sebagai Wakil Rektor Universitas Trilogi ini menuturkan tentu sebagai turnamen, tujuan awalnya tidak lain untuk memfasilitasi para Golfer dari kalangan akademisi, alumni, pengusaha, birokrat, dan kalangan umum lainnya untuk meningkatkan sportivitas dan menumbuhkan jiwa berkompetisi meraih prestasi melalui olahraga Golf.

Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi, Prof.Dr. Asep Saefuddin menambahkan bahwa sudah saatnya kampus membuka ruang bagi siapapun untuk menghasilkan output yang terbaik. “Meskipun hampir jarang terdengar kampus mengadakan turnamen olahraga ini, tapi saya pikir kalangan akademik kampus juga harus akrab dengan aktifitas golf. Melalui turnamen golf yang diinisiasi dari kampus, kita ingin memasyarakatkan olahraga golf dengan dunia akademik, selain itu tentu kehadiran turnamen ini bisa sebagai sarana memperkenalkan Universitas Trilogi ke masyarakat luas,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam turnamen golf yang akan berlangsung di Klub Golf Bogor Raya itu akan memperebutkan beberapa kategori juara. Diantara kategori tersebut adalah Best Gross Overall, Best Net Overall, dan Best Net 1, 2, 3 untuk Flight A dan Flight B. Selain itu ada juga kategori ketangkasan (Longest Drive, Nearest To The Pin, Nearest To The Line). Dengan beragam hadiah yang menarik dan ekslusif, turnamen ini mendapat antusiasme luar biasa dari peserta.

Optimis Hadirkan Kedaulatan Pangan, Universitas Trilogi Gelar Bazar Pertanian Organik

Optimis Hadirkan Kedaulatan Pangan, Universitas Trilogi Gelar Bazar Pertanian Organik 

Sebagaimana salah satu cita-cita luhur dari hadirnya Universitas Trilogi adalah sebagai kampus yang ingin menjawab permasalahan kedaulatan pangan. Oleh karena itu, meskipun dulunya kampus ini dikenal dengan kekuatan ilmu ekonominya. Namun, sekarang Universitas Trilogi sudah juga dikenal sebagai kampus yang concern kepada pembelajaran dan kajian di bidang pertanian.

“Selain untuk menjawab tantangan kedaulatan ekonomi, hadirnya Universitas Trilogi juga adalah bagaimana agar kedaulatan pangan bisa kita raih dengan secepat mungkin. Apalagi mengingat bahwa Indonesia adalah negara agraris,” ucap Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin saat pembukaan acara Bazar Pertanian Organik di kampusnya.

Bazar yang dilaksanakan dibuka Rabu (8/2) dan akan ditutup besok (10/2) merupakan hasil dari kerjasama Universtias Trilogi bekerjasama dengan Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA). Melalui bazar ini, diharapkan negara dan masyarakat kita tidak hanya sadar bahwa hasil pertanian kita sebenarnya sangat produktif. Tetapi juga, melalui kegiatan ini ingin mensosialisasikan bahwa kita juga harus kembali pada konsep pertanian organik.

“Konsep pertanian organik ini sangat penting bagi kehidupan kita. Tidak hanya bagi petani, masyarakat, tetapi juga bagi keberlangsungan produk pertanian itu sendiri. Jika tidak, bisa jadi bukan  hanya kita yang mengkonsumi hasil pertaniannya  menjadi tidak sehat. Tanah tempat bercocok tanampun akan menjadi tidak subur. Ini bisa menjadi petaka  bagi pertanian kita,” lanjut Wakil Forum Rektor (FRI) ini.

Senada dengan Rektor Universitas Trilogi, Ketua Umum Maporina, Joko SIdik Pramono, MM menuturkan dengan kembali ke konsep pertanian organik kita akan senantiasa menjadi sehat. “Dengan pertanian organik kita akan tetap sehat. Selain itu, postur tanah yang kena paparan pupuk yang tidak organik akan merusak tanahnya juga,” sampainya.

Berlangsung di pelateran parkir Universitas Trilogi, kegiatan ini juga diisi dengan beragam kegiatan. Selain bazar produk pertanian organik seperti cabe, buah naga, durian, alpukat, kecapi, bawang, dan lain sebagainya. Kemeriahan acara juga diisi dengan kegiatan lomba olah vocal, jaipong, dan pidato mengenai pertanian organik.

Acara ini dibuka langsung oleh Pembina Universitas Trilogi yang juga Ketua Dewan Penasehat Maporina, Prof. Dr. Haryono Suyono. Selain dihadiri oleh para dosen dan civitas akademika Universitas Trilogi dan pengurus Maporina. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota Jakarta Selatan, Bpk. Irmansyah dan masyarakat sekitar.

Kunjungi Universitas Trilogi, Wakil Ketua KPK Serukan Bangun Integritas

Kunjungi Universitas Trilogi, Wakil Ketua KPK Serukan Bangun Integritas


Harus diakui, permasalahan yang bernama korupsi sudah menjadi hiasan berita sehari-hari. Ini sekaligus membuktikan bahwa permasalahan korupsi sudah  menjelajah sangat kuat dalam kehidupan kita. Tentunya hal ini terjadi karena kita dari awal membiarkan hal-hal kecil yang bersifat korup.Oleh karena itu, lembaga pencegahan korupsi di Indonesia yang dikenal sebagai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin insentif melakukan agenda-agenda pencegahan. Bukan sekedar menangkap saja, sebagaimana seperti yang sering  kita pahami selama ini.

Oleh karena itu, menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang bahwa kita harus membangun integritas yang dimulai dari dini dari hal-hal kecil. “Ketahuilah karya besar pemberantasan korupsi itu dimulai dari hal yang kecil,” sampainya kepada hadirin yang memenuhi auditorium Universitas Trilogi.

Lebih lanjut, pimpinan KPK yang dilantik akhir tahun 2015 ini berharap bahwa kampuslah sebagai penggerak untuk membangun integritas itu. “Kami berharap banyak dari kampus sebagai penggeraknya. Dimana lululusan hari inilah yang nanti akan menjadi pemimpin,” harapnya dihadapan para Rektor dari beberapa kampus di Indonesia, dosen dan juga para mahasiswa.

Sementara itu  Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin menuturkan bahwa dalam pemberantasan korupsi sebaiknya pemerintah melalui KPK harus mempunyai program prioritas agar agendanya bisa berjalan dengan optimal. “Dengan  demikian, agenda pemberantasan dan pencegahan itu bisa berjalan dengan hasil yang optimal dan negara ini bisa semakin maju dan aman tentunya,” tuturnya pada acara yang berlangsung hari Jum’at (3/2) ini.   

Terkait integritas, peraih gelar doktor dari kampus top di Kanada ini juga menuturkan bahwa memang sejatinya harus dimulai sejak dini. Khusus perguruan tinggi, implementasinya dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran dan aktifitas mereka sehari-hari,

“Misalkan dalam pembelajaran, apakah mereka melakukan mencotek saat ujian atau plagiasi. Begitu juga bagi mahasiswa yang mengelola kegiatan, mereka diajarkan membuat pertanggunjawaban acara harus akuntabel dan transparan. Dari hal seperti ini kita berharap integritasnya terbangun dan menjai karakter diri,” jelas wakil Forum Rektor Indonesia (FRI) ini.

Untuk diketahui, kehadiran salah satu pimpinan KPK ini juga bersempena dengan terpilihnya Universitas Trilogi sebagai tujuan dari program Campus Visit Forum Rektor Indonesia. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Rektor Universitas juga berharap agar para kampus untuk selalu bersemangat melakukan kolaborasi dalam menjalalankan agenda Tridharmanya, termasuk juga dalam upaya pemberantasan korupsi.

 

 

 

Universitas Terbaik Malaysia Kunjungi Universitas Trilogi Jakarta

Universitas Terbaik Malaysia Kunjungi Universitas Trilogi Jakarta

Kolaborasi antara Perguruan Tinggi (PT) harus terus dibangun. Selain akan memberikan dampak bagi perkembangan dari institusi. Kolaborasi yang dibangun juga akan menjadi indikator keseriusan kampus untuk terus melakukan usaha implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang optimal. Tidak hanya dengan sesama kampus dari dalam negeri, bentuk kerjasama antara kampus ini bisa dilakukan dengan berbagai kampus di luar negeri.
 
“Inilah salah satu alasan mengapa Universitas Trilogi terus melakukan kerjasama dengan  berbagai pihak, termasuk dengan berbagai kampus yang ada. Kita inginkan dengan berkolaborasi kampus bisa bergerak bersama dan selaras dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin  saat menyampaikan sambutan pada acara  penerimaan delegasi kunjungan Universitas Putra Malaysia (UPM).
 
Dihadapan delegasi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa kampus terbaik di Malaysia itu, Rektor Universitas Trilogi juga menjelaskan mengenai sejarah kampus serta gerakan teknopreneur di kampusnya. “Universitas Trilogi memiliki salah satu pilar yang dikenal dengan teknopreneur, pilar ini merupakan semangat sekaligus komitmen Universitas Trilogi dalam menciptakan entrepreneur baru yang berbasis teknologi, yang nantinya akan menguatkan ekonomi bangsa,” sampainya.
 
Delegasi UPM yang hadir mayoritas merupakan para organisatoris  kelembagaan mahasiswanya. Dalam acara yang berlangsung pada  Senin (30/1), para masing-masing perwakilan kelembagaan mahasiswa, baik dari Universitas Trilogi, maupun dari UPM memberikan selayang pandang mengenai organisasi dan kegiatan di kampusnya. 
 
Perwakilan delegasi UPM, Zulkarnaen mengucapkan rasa terimakasihnya atas kesediaan Universitas Trilogi yang menerima kunjungan akademik mereka. Tidak hanya memaparkan keunggulan kampusnya yang termasuk peringkat teratas di Malaysia, Mahasiswa UPPM ini juga berharap dalam waktu dekat Universitas Trilogi mengirimkan delegasinya untuk melahirkan kunjungan balik.
 
“Terimakasih atas sambutannya yang luar biasa, kami berharap dalam waktu dekat Universitas Trilogi juga melakukan kunjungan balik ke kampus kami dan terjalin kerjasama yang baik,” ucapnya dengan aksen khas melayu. 
 

Gandeng Universitas Trilogi, Kemenristekdikti Perkuat Semangat Inovasi Teknologi

 

Gandeng Universitas Trilogi, Kemenristekdikti Perkuat Semangat Inovasi Teknologi
 

Derasnya perkembangan teknologi seharusnya difungsikan secara optimal. Apalagi bagi Perguruan Tinggi (PT), riset sebaiknya berpihak pada pemanfaatan teknologi yang kemudian bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak. Selanjutnya, diperlukannya juga hilirisasi dan komersialisasi agar hasil riset tersebut tidak jalan di tempat. Untuk itulah, pemerintah melalui Kemeterian Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan upaya memperkuat semangat inovasi. Terutama bagi PT yang dianggap sebagai pusat aktifitas akademik.

“Tahun 2017 ini, Kemeristekdikti melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi mempunyai 3 (tiga) program insentif yaitu bagi Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi, Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi, Inkubasi Bisnis Teknologi,” sampai Ibu Sari Mayang, perwakilan dari Kemenristekdikti saat memberikan sambutan acara. Lanjutnya, jika dilihat dari program ini maka kita bisa melihat sekarang ada penambahan fungsi yaitu hilirisasi dan komersialisasi.“Sehingga tidak hanya terhenti pada pengabdian masyarakat saja, oleh karena itu silahkan dimanfaatkan semaksimal mungkin peluang ini” ujarnya.

Acara yang berlangsung atas kerjasama Kemenristekdikti dan Universitas Trilogi ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta. Peserta tidak hanya berasal dari PTN maupun PTS wilayah Kopertis III dan Kopertis IV, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus. Oleh karena itu, dalam sambutannya Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin meminta agar kampus terus memaksimalkan kegiatan riset. “Mari kita manfaatkan ide-ide cemerlang yang ada dikampus, agar kampus lebih maju dan negara juga semakin maju.

Dengan perkembangan dunia teknologi, kita seharusnya lebih inovatif. Kedepan, saya berharap kampus-kampus tidak melulu bergantung pada APBN saja, karena banyak hal yang bisa kita dapatkan melalui inovasi-inovasi yang diciptakan,” tuturnya dalam membuka acara yang berlangsung pada hari ini (17/1) di ruang auditorium Universitas Trilogi.

Disampaikannya juga bahwa para peserta yang mengikut acara ini tidak hanya mendengarkan paparan materi. ‘Tetapi diluar ruangan nanti, selesai acara para peserta bisa melihat berbagai hasil karya keteknoopreneuran mahasiswa Universitas Trilogi. Diantaranya ada yang sudah memenangkan kompetisi nasional dan akan terus kita kembangkan,” sampainya.

Sebagai kampus Teknopreneur, Universitas Trilogi memang konsentrasi membangun jiwa kemandiran dan kolabarotif mahasiswa agar berjiwa kewirausahaan yang berbasis teknologi. Oleh karena itu, menjadi ciri khas tersendiri, dalam kurikulum pembelajaran di kampus ini mahasiswa diminta membuat proyek yang tekait dengan keteknopreneuran. Selain itu, untuk memperkuat hasil dari inovasi para mahasiswa tersebut.

Universitas Trilogi memiliki pusat inkubator bisnis trilogi yang dikenal dengan nama Inbistro. Inbistro ini juga melayani untuk membantu coworking dan fasilitas kantor, dukungan pengembangan bisnis 7 pengembangan produk, pengemangan wawasan bisnis dan keahlian teknis, akses permodalan, akses jejarang dan kerjasama serta komersialiasi dan pemasaran.

 

BI Corner Universitas Trilogi Akan Dorong Aktifitas Literasi Mahasiswa

 

BI Corner Universitas Trilogi Akan Dorong  Aktifitas Literasi Mahasiswa

 

Akitifatas literasi masyarakat kita semakin terasa mengkhawatirkan. Bahkan di dunia kampus juga demikian. Mahasiswa yang harusnya identik dengan kegiatan baca-tulis, kini lebih banyak mengalihkan pada aktifitas lain. Aktifitas lain yang justru menjauhkan dirinya dengan nuansa akademis dan ilmiah. Beberapa indikator ini dapat terlihat dari minat mahasiswa dalam mengikuti serangkaian kegaitan karya tulis.

Selain itu,juga dapat terlihat dari jumlah dan tingkat kunjungan mahasiswa di perpustakaan.“Kita harus kembali membangkitkan gairah dan semangat dalam kegiatan literasi. Budaya baca harus menjadi kewajiban, terutama bagi kita yang hari ini mengakui sebagai warga kampus. Jika kita abai dengan hal ini, maka sangat tidak mungkin kita bisa bersaing dalam kancah lebih tinggi. Sementara bangsa lain, generasinya semakin berprestasi. Prestasi tersebut tidak lain mereka dapatkan akibat kegemerannya dalam membaca,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefudin saat menyampaikan peluncuran BI (Bank Indonesia) Corner di kampus yang dipimpinnya itu.

Lebih lanjut, menurutnya aktifitas membaca masyarakat kita menunjukkan angka yang sangat memprihatinkan. “Dalam setahun, rata-rata masyarakat kita hanya menghabiskan satu buku. Sementara bangsa lain ada yang 10, 25, bahkan lebih dari itu,” tuturnya dihadapan peserta. Sementara itu, pimpinan BI yang diwakili oleh asisten direktur divisi program sosialnya, Ibu Dyah Wulandari menuturkan rasa apresiatifnya atas berbagai prestasi yang diraih oleh Universitas Trilogi. Beberapa prestasi itu diantaranya lolosnya dosen Universitas Trilogi dalam mendapatkan hibah dana penelitian dari Kemenristek Dikti. “Oleh karena itu, kami berharap dengan adanya BI Corner dapat mendorong Universitas Trilogi, baik dosen maupun mahasiswanya untuk lebih berprestasi lagi,” sampainya.

Acara yang berlangsung di perpustakaan Universitas Trilogi ini juga diisi dengan speech contest. Perlombaan yang diikuti oleh mahasiswa ini mengambil tema “Peran dan Tugas Bank Indonesia dalam Pengembangan Perekonomian Indonesia” Selain dihadiri oleh unsur dosen dan mahasiswa, kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/1) ini juga dihadiri tamu undangan lainnya, diantaranya adalah Ketua Ketua Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, Trini Haryanti  

 

Sosialisasi PPBT 2017

Sosialisasi PPBT 2017

 
Dalam rangka hilirisasi hasil inovasi Perguruan Tinggi, maka Direktorat Jendral Penguatan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknolog imempunyai 3 (tiga) program insentif:
 
  1. Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi;
  2. Perusahaan PemulaBerbasis Teknologi di Perguruan Tinggi;
  3. Inkubasi Bisnis Teknologi.
Program ini bertujuan mendorong komersialisasi hasil inovasi teknologi dan menumbuhkan wirausaha pemula berbasis teknologi dari Perguruan Tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa, Sehubungan dengan hal tersebut, akan dilaksanakan sosialisasi pada:
 
Hari/Tanggal : Selasa/17 Januari 2017
Pukul : 10:00 WIB – Selesai
Acara : Sosialisasi Program Insentif PPBT Kementristekdikti 2017
Lokasi : Ruang Auditorium, Universitas Trilogi, Jl. TMP Kalibata No.1, Jakarta  Selatan 12760.
 
Sehubungan dengan hal tersebut maka peserta yang akan hadir wajib mengisi pendaftaran secara online pada link berikut:
 
 
Download Materi Sosialisasi PPBT 2017 : http://tinyurl.com/materiPPBT2017

 

Dosen Universitas Trilogi Mendapatkan Hibah Simlitabmas Kemenristekdikti Untuk Pendanaan Tahun 2017

 

Dosen Universitas Trilogi Mendapatkan Hibah Simlitabmas Kemenristekdikti Untuk Pendanaan Tahun 2017

 

Berdasarkan Surat No. 025/E3/2017 Perihal Pengumuman hasil Penerima Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi Tahun 2017
 
Hasil Pengumuman tersebut Atas Universitas Trilogi yang didanai Meliputi 13 Judul, 11 judul pada sekma dosen pemula, 1 Judul Skema Penelitian Disertasi Doktor, 1 Judul Skema Ipteks Bagi Masyarakat, Berikut ke 13 Judul Penerima Hibah pendanaan tahun 2017  :
 
Nama : Rizka Ramayanti
Prodi : Akuntansi
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Perkembangan Kinerja UMKM Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)
 
Nama : Ade Syahputra
Prodi : Teknik Informatika
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Pengembangan Alat Peraga Edukasi Proses Siklus Air (Hidrologi) Menggunakan Teknologi Augmented Reality (Studi Kasus: Pusat Peraga Iptek TMII)
 
Nama : Yunita Fitra Andriana
Prodi : Desain Produk
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  PENGOLAHAN LIMBAH UKM SULAM PITA UNTUK BAHAN BAKU PRODUK FASHION
 
Nama : Lestari Agusalim
Prodi : Ekonomi Pembangunan
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Globalisasi Ekonomi, Kemiskinan, dan Ketimpangan Pendapatan Di  Indonesia: Pendekatan Vector Error Correction Model (VECM)
 
Nama : M Taufik
Prodi : Ilmu Teknologi Pangan
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Validasi Metode Analisis Kadar Kalsium pada Susu Segar dan Olahan dengan Titrasi Kompleksometri
 
Nama : Khoirina Farina
Prodi : Akuntansi
Bidang : Dosen Pemula
Judul :  Self-Awareness (Kesadaran Pribadi) Masyarakat Dalam Mewujudkan Sustainable Environment Ditinjau dari Perpektif Audit Lingkungan
 
Nama : Heny Agustin
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Dosen Pemula
Judul : Efektifitas KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Vitamin C pada Tanaman Sayur Kale
 
Nama : Yoni Atma
Prodi : Ilmu Teknologi Pangan
Bidang : Dosen Pemula
Judul : Ekstraksi Gelatin dari Tulang Ikan Patin Menggunakan Limbah Buah Nanas
 
Nama : Hermawan Seftiono
Prodi : Ilmu Teknologi Pangan
Bidang : Dosen Pemula
Judul : PENGEMBANGAN CRACKER KAYA PROTEIN DAN SERAT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE DAN KOLESOM
 
Nama : Mutiara Dewi Puspitawati
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Dosen Pemula
Judul : PENERAPAN TEKNOLOGI WIREMESH TOWER GARDEN SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN PERKERASAN
 
Nama : Vidya Kharisma
Prodi : Desain Komunikasi Visual
Bidang : Dosen Pemula
Judul : Perancangan Infografis Rumah Sehat sebagai Kampanye Green Design dalam Format Poster dan Motion Graphic
 
Nama : Inanpi Hidayati Sumiasih
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Penelitian Disertasi Doktor
Judul : STUDI PEMBENTUKAN PIGMEN β-CITRAURIN DAN β-CRYPTOXANTHIN PADA BUAH JERUK DENGAN DEGREENING
 
Nama : Ahmad Rifqi Fauzi
Prodi : Agroekoteknologi
Bidang : Ipteks Bagi Masyarakat
Judul : GARASHI (GerAkan RumAh Susun HIjau) : Program Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Rumah Susun Jatinegara Barat dalam Rangka Peningkatan Kualitas Lingkungan
 
Selamat kepada pemenang! semoga menambah marak suasana akademik yang ada di universitas.
 
 

 

 

 

Dosen Prodi Teknik Informatika Mendapatkan Award 5 Best Paper Award ESQ Business School 2016

Dosen Prodi Teknik Informatika Mendapatkan Award 5 Best Paper Award ESQ Business School 2016
 

Dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas , Bapak Budi Arifitama sebagai penulis pertama bersama Bapak Ade Syahputra sebagai penulis kedua meraih penghargaan “The Fifth Prize Best Paper Award ESQ Business School Award 2016” dengan judul “Implementing Augmented Reality On a Multiple Floor Building as a Tool for Sales Product Knowledge”.

Penyerahaan penghargaan secara simbolis diberikan oleh DR(HC) Ary Ginanjar Agustian selaku Founder dari ESQ Business School pada hari Jumat 23 Desember 2016 di Menara 165 ESQ Business School. Adapun urutan pemenang dari kompetisi best paper diumumkan oleh Chief Scientist BATAN sekaligus Chief Reviewer EBS Best Paper Award Prof. Dr.rer.nat. Evvy Kartini pun mengumumkan 5 pemenang, dengan Juara 1 mendapatkan hadiah Umroh atau Korea Trip.

Juara 1: Bapak Dwitya Aribawa – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya

Juara 2: Bapak Desta Sandya Prasvita- Dosen ESQ Business School

Juara 3: Muhammad Agiet Putra dan Bapak Adithya Kusuma Whardana Mahasiswa ESQ Business School

Runner Up 1: Dian Pratiwi ,Universitas Trisakti

Runner Up 2: Budi Arifitama, Ade Syahputra, Universitas Trilogi

Adapun link berita luar bisa dilihat di :

http://ina.esqbs.ac.id/4th-dies-natalis-ebs-pengumuman-pemenang-ebs-best-paper-award-talkshow-dan-lomba-antar-mahasiswa/#more-2613

http://www.esq-news.com/2016/12/23/hadiah-umroh-best-paper-award-ebs-diraih-dosen-atmajaya/

http://ietrilogi.id/2016/12/29/dosen-teknik-informatika-memenangkan-award-best-paper-esq-2016/

 

Rektor Universitas Trilogi: JKT Campus Run Akrabkan Kampus dengan Budaya Olahraga

Rektor Universitas Trilogi: JKT Campus Run Akrabkan Kampus dengan Budaya Olahraga
 

Bertempat di Tamana Mini Indonesia Indah (TMII) lebih dari 4 ribu peserta ramaikan ajang spektakuler JKT Campus Run. Ajang olahraga lari yang sedang popular ini terselenggara atas kolaborasi beberapa kampus. Kampus tersebut diantaranya adalah Universitas Trilogi, Universitas Mercu Buana, Universitas Budi Luhur, Universitas Bakrie, dan Universitas Pancasila.

Atas dasar untuk memaksimalkan implementasi dari Tridharma tersebutlah, Universitas Trilogi melakukan kolaborasi dengan Insititut Teknologi Bandung (ITB). “Perguruan Tinggi harus memainkan perannya Acara yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jend (Purn) H. Wiranto ini juga diikuti oleh pelari dari manca negara. ‘Hal ini menunjukkan olahraga memang menjadi salah satu faktor pemersatu. Karena olahraga kita bisa melupakan perbedaan,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefudin saat berada dilokasi acara.

Ditambahnya lagi, keterlibatan kampus dalam acara seperti ini juga ingin mengakrabkan kampus dengan aktifitas olahraga. Kita harapkan harus ada keseimbangan antar kekuatan akademis dengan kesehatan jasmani. “Jangan sampai kita mencetak generasi pintar namun tidak sehat, karena salah satu akibaatnya jarang bersentuhan atau melakukan aktifitas olahrga,” tuturnya. Sementara itu, Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arisetyanto Nugroho juga menyatakan bahwa kampus ingin mengembalikan olahraga sebaga nilai hidup bangsa. “Saat ini lembaga pendididikan kita banyak yang belum memasarkan olahraga,” sampainya. Uniknya di acara JKT Campus Run ini.

Kegiatannya tidak hanya berfokus pada aktifitas olahraga saja. Tetapi juga mengusung tujuan meningkatkan kepedulian. Hal ini terlihat metode donasi yang langsung diterima dari setiap peserta lari. Donasi ini akan diserahkan langsung kepada Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA). Selain itu, acara yang berlangsung pada hari Minggu (18/12) ini juga memfasilitasi bagi para pencari kerja dengan diselenggarakannnya bursa kerja di area acara. Melalu iven JKT Campus Run, para inisiator acara ini berharap peserta tidak hanya bisa lari cepat, tetapi kerja juga dapat.

 

ITB dan Universitas Trilogi Berkolaborasi Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi

ITB dan Universitas Trilogi Berkolaborasi Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi
 

Tridharma Perguruan Tinggi harus dipahami bukan hanya sebatas ciri khas perguruan tinggi dengan satuan pendidikan lainnya. Lebih dari itu adalah sebuah tanggunjawab sosial yang harus diimpelementasikan. Tidak hanya berkutat di ranah pendidikan. Pada dua aspek dari Tridharma lainnya, yaitu penelitian dan pengabdian pada masyarakat juga harus dioptimalkan.

Atas dasar untuk memaksimalkan implementasi dari Tridharma tersebutlah, Universitas Trilogi melakukan kolaborasi dengan Insititut Teknologi Bandung (ITB). “Perguruan Tinggi harus memainkan perannya dengan maksimal, bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan pengajaran, namun juga pada penelitian dan daya dukungnya kepada masyarakat,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin pada prosesi penandantanganan kerjasama kelembagaan dengan ITB.

Lebih lanjut, guru besar bidang statistika ini mengungkapkan meskipun berada di Perguruan Tinggi, namun persoalan budaya baca-tulis juga menjadi masalah yang masih menghampiri. “Padahal kita harapkan budaya riset harus lebih terasa di kampus,” sampainya. Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Kadarsah Suryadi menyambut baik terbentukya kolaborasi antara kampus yang dipimpinnya dengan Universitas Trilogi yang juga dikenal sebagai kampus pencetak teknopreneur ini. “Saya sangat mengapresiasi sekali atas perkembangan Universitas Trilogi ini, selain itu jumlah mahasiswa yang kuliah di kampus ini juga terus dan semakin meningkat,” tuturnya.

Penandantanganan kerjasama antara Universitas Trilogi dan ITB yang langsung dihadiri oleh Rektornya masing-masing ini berlangsung pada hari Kamis (15/12) dan bertempat di Universitas Trilogi. Adapun ruang lingkup dari kolaborasi tersebut selain fokus pada implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Kerjasama jua dilakukan dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan sumber daya. Memang sejak awal, ITB juga menjadi salah satu kampus yang mendukung Universitas Trilogi melalui kerjasama pengembangan khususnya pada Program Studi yang berkaitan dengan industri kreatif dan telematika. Selain itu, kerjasama pengembangan Universitas Trilogi Program Studi lainnya juga dilakukan dengan beberapa kampus lainnya, yaitu IPB, UNJ, dan FT-Universitas Indonesia.

 

Startup Wars, Aksi Nyata Keteknopreneuran Mahasiswa Trilogi

 

Startup Wars, Aksi Nyata Keteknopreneuran Mahasiswa Trilogi
 

Perkembangan zaman yang semakin kompleks menuntut masyarakatnya untuk selalu inovatif. Terlebih bagi kalangan mahasiswa yang mempunyai keterpaduan semangat muda dan nuansa akademiknya. Apalagi jika dihubungkan dengan percepatan perkembangan teknologi. Maka kehadiran para inovator sudah menjadi harapan mutlak bagi suatu bangsa.

“Sejak kehadirannya, Universitas Trilogi sudah berkomitmen menjadi kampus yang ingin menciptakan generasi inovatif yang sekaligus mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, mengapa kemudian Teknopreneur menjadi salah satu pilar kampus ini. Karena memang Universitas Trilogi adalah kampus pencetak generasi Teknopreneur. Dan anda para mahasiswanya adalah generasi Teknopreneur itu,” sampai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Trilogi, Aam Bastaman, Ph.D saat membuka acara Startup Wars Mahasiswanya. Acara Startup Wars ini merupakan tindak lanjut dari aktiftas pembelajaran mahasiswa. Sebagai kampus teknoreneur, Universitas Trilogi memiliki mata kuliah wajib yang dinamakan mata kuliah Keteknopreneuran.

Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori. Namun titik tekannya adalah implementasi dari gagasan-gagasan solutif sebagai aksi dari melihat simpul permasalahan bangsa. Lahandi Baskoro, M.Ds selaku koordinator mata kuliah Keteknopreneuran ini menjelaskan bahwa salah satu bentuk acara Startup Wars ini adalah semacam bazar untuk menjual dan mendemostrasikan produk yang tim mahasiswa buat sepanjang perkuliahannya. “Untuk tahun ini produk yang mereka buat sudah banyak berbasis teknologi,” ujar dosen Universitas Trilogi yang juga penggiat dunia digital ini.

Acara yang berlansung pada hari Jum’at (16/12) di atrium Universitas Trilogi ini menampilkan lebih dari 30 produk mahasiswa. Tidak hanya unik, berbagai produk ini banyak dilatar belakangi oleh semangat mereka untuk memberikan solusi berbagai permasalahan yang ada. Misalkan ada Kuliku.com, yaitu sebuah layanan online untuk jasa kuli bangunan dan kontraktor pembangunan rumah. Ada juga yang menyediakan web informasi seputar dunia mahasiswa yang mereka namai dengan Mahajana. Bahkan ada yang membuat Barberman, sebuah aplikasi penyedia tukang cukur on demand. Untuk ide pemantauan kondisi sungai bagi pemerintah daerah, mahasiswa Universitas Trilogi juga mempunyai solusinya melalui produk yang bernama Versys. Pastinya, semua ide solutif itu hadir dan beraksi dalam acara Startup Wars Universitas Trilogi ini. 

 

Universitas Trilogi Terus Perkuat Mahasiswanya Terapkan Nilai Luhur Pancasila

 

Universitas Trilogi Terus Perkuat Mahasiswanya Terapkan Nilai Luhur Pancasila
 

Sebagai pencetak generasi yang akan memimpin bangsa. Kampus harus menjadi garda terdepan dalam menguatkan jati diri mahasiswanya. Jika tidak, bangsa ini akan sulit untuk maju akibat ulah generasi bangsanya sendiri. Oleh karena itu, penerapan Pancasila harus dimulai sejak dini, di mulai dari kampus.

Hal ini tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin bersamaan saat acara diskusi kebangsaan yang salah satu pembahasannya adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. “ Sudah seharusnya kampus memupuk nilai-nilai luhur Pancasila kepada mahasiswanya, agar kemudian nilai positif ini menjadi karakter dasar mereka baik saat sebagai mahasiswa maupun ketika paska kampus, dimanapun mereka berada, mereka amalkan,” tutur Guru Besar Statistika ini.

Acara yang berlangsung di ruang auditorium Universitas Trilogi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Wakil Ketua Badang Pengkajian MPR RI, Rambe Kamarul Zaman dan tokoh KAHMI, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin. Adapun pesertanya selain diisi oleh mahasiswa dan dosen Universitas Trilogi, juga dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa kampus Jakarta lainnya. “Kita harus menjadikan Pancasila sebagai dasar untuk berbangsa dan bernegara, dan tentu harus membudayakannya dalam aktifitas sehari-hari agar tidak tergantikan dengan nilai-nilai luar yang tidak sesuai dengan bangsa kita,” ajak Rambe Kamarul Zaman yang juga merupakan Ketua Frasksi di MPR itu.

Sementar itu, Prof. Dr. . Laode M. Kamaluddin mengajak para mahasiswa untuk terus berpikir terbuka dan membangun jaringan yang luas. “Dengan demikian, kita akan menjadi generasi yang akan lebih bisa saling menghormati dan saling bisa menjaga keutuhan bangsa,” tutur mantan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) itu. Acara yang berlangsung pada hari Selasa (13/12) itu berlangsung dengan dialogis.

Banyak peserta memberikan masukan dan pertanyaan terkait peran konkrit pemeritah dalam mengimplementasikan dan menjaga keutuhan NKRI ini. Menurut mereka, walau bagaimanapun pemerintah sebagai pengambil kebijakan mempunyai andil yang besar untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


 

 

Universitas Trilogi & AFS Intercultural Programs Gelar Diskusi Smart Nation

 

Universitas Trilogi & AFS Intercultural Programs Gelar Diskusi Smart Nation
 

Indonesia memiliki kemajemukan yang sekaligus menjadi keunikan yang perlu disikapi dengan bijak. Dengan perilaku bijak ini tentunya akan semakin menguatkan semangat persatuan dan kesatuan. Sebuah semangat yang memang sudah menjadi cita-cita pendiri bangsa.

“Kita harus berbangga, Indoenesia adalah bangsa yang besar dengan generasinya yang cerdas-cerdas. Kebesaran dan kecerdasan ini tentunya harus ditata dengan damai, sehingga kita bisa semakin besar, dan bangsa ini semakin kokoh keberadaaanya,” sampai Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin saat membuka acara Youth Summit AFS Bina Antar Budaya. Ditambahkannya lagi, oleh karena itu mari kita ajak generasi baru ini untuk lebih luas cakrawala berpikirnya, agar semangat menyatukan keberagaman itu semakin optimal.

“Salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai program di negeri lain. Disana, kita tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga pengalaman baru, sekaligus pemahaman bagaimana mengelola kemajemukan,” tutur alumni salah satu kampus terkemuka di Kanada ini. Acara yang berlangsung pada Jum’at (18/11) di auditorium Universitas Trilogi ini diikuti hampir 300 peserta. Adapun tema-tema yang diangkat dalam diskusi ini diantarnya “Masa Depan Kepemimpinan Generasi Muda”, “Pencapaian Generasi Muda dalam Bidang Sains, Pemanfaatan Nuklir untuk Kehidupan Sehari-hari”, serta “Anak Muda Geliat Ekonomi Kreatif Indonesia.”

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Antara budaya menjelaskan bahwa masyarakat di seluruh dunia saat inibertansformasi menjadi masyarakat global. Oleh karenanya pemuda tidak lagi dilihat sebagai ‘masa depan.’ “Pemuda hari ini juga dilihat sebagai agen perubahan masa kini yang terlibat aktif dalam pembangunan yang berkelanjutan, untuk itu peningakatan mutu dan kualitas pemuda Indonesia tidak dapat ditunda lagi,” sampainya dihadapan peserta.

Untuk diketahui Universitas Trilogi merupakan kampus pencetak teknopreneur di Indonesia dengan semangat kolaborasi dan kemandirian. Sedangkan AFS merupakan sebuah organisasi pendidikan yang berkomitmen untuk menyediakan pengalaman belajar yang diperkaya dengan peningkatan kesadaran antara budaya. AFS Berkantor pusat di Amerika Serikat. Melalui diskuisi smart nation ini, mereka mengharapkan semangat generasi madu untuk maju dan membangun kebersamaan di bumi pertiwi ini semakin optimal.


 

 

Universitas Trilogi Serukan Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila

 

Universitas Trilogi Serukan Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila
 

Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2016, Universitas Trilogi tidak hanya melakukan upacara bendera saja. Tetapi ada beberapa acara yang dilaksanakan bertepatan pada peringatan ikrar pemuda yang dicetuskan pada 88 tahun silam. Salah satunya adalah diskusi kepemudaan bagi gerakan mahasiswa Indonesia.

Dengan mengangkat tema ‘Reaktualisasi Semangat Sumpah Pemuda & Nilai – nilai Pancasila dalam Gerakan Mahasiswa Indonesia,’ Ketua Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi, Dr. Setia P. Lenggono menuturkan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menggelorakan kembali semangat pemuda bangsa sekaligus nilai – nilai Pancasila.

“Kita harapakan para pemuda hari ini, terutama para mahasiswa yang hadir disini bisa menikmati diskusi untuk kemudian mengaktualisaskan semangat kepemudaannya dan nilai – nilai Pancasila yang sejatinya telah dipegang teguh oleh para pemuda terdahulu, salah satunya dengan mengukir sejarah Sumpah Pemuda,” sampainya saat memberikan sambutan.

Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Asep Saefuddin berharap para peserta bisa meresapi kembali untaian kata sekaligus substansi yang termaktub dalam Sumpah Pemuda. “Barusan kita telah membaca bersama Sumpah Pemuda. Kalau kita resapi terdapat daya yang luar biasa sekali. Daya yang luar biasa ini harus tetap berada dalam jiwa dan raga pemuda hari ini,” kata guru besar dan ahli statistika Indonesia ini sesaat sebelum membuka acara.

Selain itu, Prof. Dr. Asep Saefuddin juga menghimbau agar generasi muda hari ini jangan pernah melupakan sejarah. ‘Belajarlah dari sejarah agar daya juang semakin tinggi,sekaligus dengan tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam gerakannya. Karena nilai-nilai Pancasila adalah sebuah sumber kekuatan sekaligus kekayaan bangsa yang harus dipegang teguh oleh para pemuda,’ harapnya.

Acara yang belangsung di aula lt.4 Universitas Trilogi ini mayoritas diikuti oleh organisasi kemahasiswaan dari beberapa kampus di Jakarta. Adapun yang didaulat sebagai pemateri adalah Bung Sukarya Putra (Pengurus DPP KNPI) dan Bung M. Ikhsan Firdaus (Anggota Komis IV DPR RI).

Untuk diketahui, selain diskusi yang sebenarnya merupakan bagian dari agenda bulanan PSEP Universitas Trilogi ini. Setelah melaksanakan upacara, Universitas Trilogi juga melakukan aksi Pemuda Peduli Lingkungan. Salah satu aksinya adalah dengan membuat lubang resapan di sekitar kampus yagn dilakukan bersama dosen, mahasiswa, siswa dan guru.