Startup Wars, Aksi Nyata Keteknopreneuran Mahasiswa Trilogi

 

Startup Wars, Aksi Nyata Keteknopreneuran Mahasiswa Trilogi
 

Perkembangan zaman yang semakin kompleks menuntut masyarakatnya untuk selalu inovatif. Terlebih bagi kalangan mahasiswa yang mempunyai keterpaduan semangat muda dan nuansa akademiknya. Apalagi jika dihubungkan dengan percepatan perkembangan teknologi. Maka kehadiran para inovator sudah menjadi harapan mutlak bagi suatu bangsa.

“Sejak kehadirannya, Universitas Trilogi sudah berkomitmen menjadi kampus yang ingin menciptakan generasi inovatif yang sekaligus mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, mengapa kemudian Teknopreneur menjadi salah satu pilar kampus ini. Karena memang Universitas Trilogi adalah kampus pencetak generasi Teknopreneur. Dan anda para mahasiswanya adalah generasi Teknopreneur itu,” sampai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Trilogi, Aam Bastaman, Ph.D saat membuka acara Startup Wars Mahasiswanya. Acara Startup Wars ini merupakan tindak lanjut dari aktiftas pembelajaran mahasiswa. Sebagai kampus teknoreneur, Universitas Trilogi memiliki mata kuliah wajib yang dinamakan mata kuliah Keteknopreneuran.

Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori. Namun titik tekannya adalah implementasi dari gagasan-gagasan solutif sebagai aksi dari melihat simpul permasalahan bangsa. Lahandi Baskoro, M.Ds selaku koordinator mata kuliah Keteknopreneuran ini menjelaskan bahwa salah satu bentuk acara Startup Wars ini adalah semacam bazar untuk menjual dan mendemostrasikan produk yang tim mahasiswa buat sepanjang perkuliahannya. “Untuk tahun ini produk yang mereka buat sudah banyak berbasis teknologi,” ujar dosen Universitas Trilogi yang juga penggiat dunia digital ini.

Acara yang berlansung pada hari Jum’at (16/12) di atrium Universitas Trilogi ini menampilkan lebih dari 30 produk mahasiswa. Tidak hanya unik, berbagai produk ini banyak dilatar belakangi oleh semangat mereka untuk memberikan solusi berbagai permasalahan yang ada. Misalkan ada Kuliku.com, yaitu sebuah layanan online untuk jasa kuli bangunan dan kontraktor pembangunan rumah. Ada juga yang menyediakan web informasi seputar dunia mahasiswa yang mereka namai dengan Mahajana. Bahkan ada yang membuat Barberman, sebuah aplikasi penyedia tukang cukur on demand. Untuk ide pemantauan kondisi sungai bagi pemerintah daerah, mahasiswa Universitas Trilogi juga mempunyai solusinya melalui produk yang bernama Versys. Pastinya, semua ide solutif itu hadir dan beraksi dalam acara Startup Wars Universitas Trilogi ini.