Sambutan Rektor I

 

 

LAPORAN PELAKSANA TUGAS REKTOR PADA

“GRAND  LAUNCHING

UNIVERSITAS TRILOGI

JAKARTA, 27 MARET 20013

 

Assalamu’alaikum Wr.Wb., yang sangat saya hormati

Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,

Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang kami hormati,

Bapak Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Pembina YPPIJ yang terhormat,

Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI,

Bapak-bapak dan Ibu-ibu kepala sekolah SMA/SMK serta hadirin yang berbahagia,

 

Hari ini Rabu, tanggal 27 Maret 2013 merupakan salah satu hari yang istimewa bagi kita,hari yang membahagiakan bagi civitas akademika Universitas Trilogi, dan hari yang menjanjikan bagi bangsa Indonesia.

Hari ini kita merasa bersyukur kepada Allah SWT karena kita bersama, akan mengantarkan pengembangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI) menjadi Universitas Trilogi.

Kita patut berbangga bahwa sebagai sebuah Universitas baru, Universitas Trilogi sesungguhnya telah memiliki dasar yang kokoh warisan dari STEKPI. Berkarya sejak 1988, STEKPI telah menorehkan berbagai prestasi yang patut dibanggakan. Dari data alumni yang ada, setelah 25 tahun berkarya telah menghasilkan 4.600 sarjana; 21,6% diantaranya berkarya di dunia Perbankan. Ini sejalan dengan bidang yang menjadi keahlian para lulusan STEKPI. Yang berkarya di bidang konsultan keuangan sebanyak 8,8 %, di berbagai departemen pemerintahan sebanyak 6,8 %, dan sisanya berkarya di berbagai bidang terutama sebagai wirausahawan (entrepreneur).

Bapak menteri dan hadirin yang saya hormati,

Namun, kita melihat bahwa dengan adanya perkembangan jaman yang pesat, maka apa yang sudah dicapai oleh STEKPI tidak lagi memenuhi kebutuhan masyarakat bangsa kita. Dewasa ini misalnya, kita masih melihat besarnya jumlah keluarga miskin, kesenjangan kehidupan yang makin bertambah lebar, ketergantungan pangan dan energi dari luar negeri, dst. Dalam pada itu, naiknya harga daging, bawang, dan cabai pada akhir-akhir ini menambah keyakinan kami tentang pentingnya untuk mandiri di bidang pangan dan energi. Masalah-masalah tersebut tidak hanya sekadar memerlukan pilihan kebijakan, tetapi jawaban keilmuan, dengan mengembangkan paradigma ilmu yang lebih holistik-integratif, lebih kontekstual, dan lebih responsif terhadap realitas sosial dan tantangan zaman.  Atas pertimbangan itulah, kami merasa perlu untuk mengembangkan STEKPI menjadi Universitas Trilogi.

Kami bersyukur kepada Allah SWT, karena dengan kerja keras,kesabaran dan keuletan serta dengan berkolaborasi dengan  Institut Teknologi Bandung dan kemudian dilanjutkan dengan Kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor, akhirnya dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional no: 03 tahun 2013STEKPI berhasil dikembangkan dan ditingkatkan statusnya menjadi Universitas. Untuk sementara Universitas ini akan memiliki empat kelompok program studi, yang melingkupi sepuluh buah program studi, masing-masing adalah: Kelompok Program Studi Ekonomi dan Bisnis, Kelompok Program Studi Telematika, Kelompok Program Studi Bio Energi, dan Kelompok Program Studi Kreatif. Untuk itu kami, Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia di Jakarta dan seluruh civitas academika Universitas Trilogi menyampaikan rasa terima kasih yang dalam dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Bapak menteri dan hadirin yang saya hormati:

Universitas ini sengaja diresmikan pada tanggal 27 Maret,karena pada tanggal tersebut terjadi suatu peristiwa yang bersejarah dalam kehidupan bangsa kita. Peristiwa tersebut adalah dilantiknya Pak Harto untuk pertama kali, sebagai Presiden Republik Indonesia di depan Sidang MPRS, pada tahun 1968.

Pelantikan ini menandai selesainya babak Revolusi dan dimulainya babak baru, yaitu babak Pembangunan. Agar pembangunan yang dilakukan tidak sampai melenceng dari cita-cita kemerdekaan,maka Pembangunan dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar ’45.

Sesuai dengan amanat GBHN, Pembangunan Nasional pada masa Orde Baru dilaksanakan dengan bersendikan TRILOGI Pembangunan, yaitu: Stabilitas, Pertumbuhan, dan Pemerataan.Pembangunan memerlukan suasana yang damai dan tertib, atau dengan kata lain pembangunan memerlukan stabilitas.Pembangunan juga dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pembangunan juga harus dapat memajukan kesejahteraan umum,bukan kesejahteraan orang per orang.Dengan demikian pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut harus bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat melalui pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Dengan bersendikan trilogi pembangunan tersebut, pembangunan nasional selama 30 tahun lebih telah berhasil mengurangi kemiskinan secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia. Dalam kaitan inilah, maka Perserikatan Bangsa-bangsa telah memberikan 5 macam penghargaan kepada Indonesia. Mengingat itu semua,maka Universitas yang baru kita bangun ini kita namakan: “Universitas Trilogi”.

Bapak menteri dan hadirin yang saya hormati:

Universitas yang baru lahir ini memiliki visi untuk menjadi Universitas yang inovatif, dengan mengembangkan Teknopreneur, Kolaborasi, dan Kemandirian dalam lingkup Ekonomi Biru yang  bersendikan Nilai-Nilai Pancasila. Visi ini ingin kita wujudkan pada tahun 2020,atau tujuh tahun dari sekarang.Visi yang demikian tadi,kami nilai tepat sasaran dan sesuai untuk menjawab tantangan bangsa terutama dalam rangka tercapainya kemandirian pangan dan energi.

Dalam situasi derasnya arus globalisasi yang kita rasakan dewasa ini,kita harus berkarya keras untuk dapat mengolah sendiri kekayaan alam yang demikian besar yang kita miliki. Untuk itu, bangsa kita harus produktif dalam menciptakan barang-barang baru yang dibutuhkan masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia, dengan harga yang bersaing. Untuk itu jelas diperlukan teknopreneur yang inovatif dalam berbagai bidang, disamping kemampuan berkolaborasi, sehingga menjadi tim teknopreneur yang handal (super team).Melalui kolaborasi bisa dilakukan koordinasi ide-ide dari kelompok untuk menghasilkan sesuatu produk baru dengan lebih efisien. Sebagai bangsa kita juga harus dapat mandiri agar kita tidak selalu tergantung kepada bangsa-bangsa lain.Apabila bangsa kita dapat menjadi bangsa yang mandiri, kita akan dapat bekerjasama dengan bangsa lain secara setara.

Selanjutnya, Enterpreneur,Kolaborasi dan Kemandirian tersebut akan lebih bisa menjawab tantangan bangsa apabila dijadikan sendi untuk mengembangkan ekonomi biru.Bersendikan trilogi ini, maka Universitas Trilogi akan mencoba mengembangkan suatu pengalaman terbaik dari konsep ekonomi biru dalam wadah sistem ekonomi yang berdasar Pancasila dan pasal 33 UUD 1945. Dalam hubungan ini, Universitas Trilogi merupakan universitas ekonomi yang memilih visi tersebut. Dengan menggunakan visi seperti ini kami mengharapkan para alumnus Universitas Trilogi akan mampu menciptakan kegiatan produktif dari sumber daya alam lokal dengan tanpa limbah (zero waste), melalui partisipasi seluruh masyarakat (sosial inclusiveness).

Kajian para pakar Indonesia menunjukkan bahwa ekonomi biru masih merupakan pengalaman terbaik dalam praktek. Oleh karena itu, untuk mengembangkannya lebih lanjut perlu adanya dasar teori yang kokoh. Menurut hemat kami, Indonesia telah memilikinya, yaitu sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila sebagaimana tercantum pada pasal 33 UUD 1945. Dengan sinergi yang demikian, maka konsep Ekonomi Biru akan mendapatkan pijakan teorinya, dan sebaliknya Sistem Ekonomi Pancasila akan mendapatkan praktek operasionalnya. Dengan demikian maka konsep Ekonomi Biru akan memperoleh pijakan keilmuan yang holistik dan integral.

Dengan pandangan yang demikian, maka Universitas Trilogi akan menjadi universitas pertama yang mengembangkan sinergi antara konsep ekonomi biru dengan sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam kaitan ini Universitas Trilogi bekerjasama dengan berbagai pihak terutama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Yayasan Damandiri, akan terus mengkaji dan mengembangkan paradigma baru ini.

Dalam kesempatan ini, kami juga menyelenggarakan expo di bidang pangan dan bio energi yang berkaitan dengan ekonomi biru, di Plaza Universitas Trilogi.Dengan pameran ini, pengalaman terbaik ekonomi biru juga telah kita miliki, sehingga menimbulkan rasa percaya diri bahwa bangsa ini juga telah mempunyai kemampuan inovatif dalam mengembangkan sumber daya alamnya. Kepercayaan diri ini akan menambah motivasi bagi generasi muda untuk menjadi kelompok teknopreneur yang handal.

Bapak menteri dan hadirin yang saya hormati,

Pada saat yang berbahagia ini ijinkan kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Kelautan dan Perikanan atas kehadiran dan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan Universitas Trilogi menjadi Pusat Kajian Ekonomi Biru dalam wadah sistem ekonomi yang berdasarkan Pancasila. Rasa terimakasih yang dalam juga saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan DKI yang telah memberikan kepercayaan dan memfasilitasi acara ini, sehingga sukses.

Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan seluruh civitas akademika ITB, IPB, dan pengurus Taman Buah Mekar Sari, yang turut serta membidani lahirnya Universitas Trilogi.

Terima kasih yang sama kami ucapkan pula kepada Rektor Universitas Negeri Semarang yang akan turut mengembangkan program studi baru yang sesuai dengan visi Universitas Trilogi.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada PT. Humpuss Intermoda Transportasi dan PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung untuk menempatkan karyawan guna mengikuti latihan dan pendidikan di Universitas Trilogi.

Akhirnya kami mohon dengan hormat kepadaBapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk secara resmi meresmikan pengembangan STEKPI menjadiUniversitas Trilogi.

 

Sekian dan terima kasih.

Wassalammualaikum Wr.Wb.

 

Jakarta, 27 Maret 2013

Subiakto Tjakrawerdaja