Universitas Trilogi

Universitas TRILOGI

Teknopreneur, Kolaborasi dan Kemandirian

Universitas Trilogi merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI), yang didirikan pada tahun 1988, bernaung dibawah Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ).

YPPIJ merupakan sebuah yayasan yang berkontribusi dalam dunia pendidikan di Indonesia, dimotori oleh Prof. Dr. Haryono Suyono (Mantan Menko Kesra), Dr. (HC) Subiakto Tjakrawerdaya (mantan Menteri Koperasi dan UKM) dan Prof. Dr. Nasarudin Umar (Wakil Menteri Agama), memiliki semangat untuk mewujudkan impian dan harapan Pak Harto (alm.) Presiden RI kedua, mengenai kemandirian pangan dan energi nasional. Untuk mewujudkan impian tersebut YPPIJ mendirikan universitas sebagai pengembangan STEKPI, yaitu Universitas Trilogi, yang didukung oleh yayasan-yayasan besar di Tanah Air, seperti Yayasan Damandiri, Supersemar, Dharmais, Dakab, dan lain-lain.

Universitas Trilogi memiliki komitmen pada pengembangan kewirausahaan berbasis penguasaan teknologi (teknopreneur), kemampuan bekerjasama dan mengelola teamwork yang solid serta jejaring yang luas (kolaborasi) dan memiliki kreatifitas serta adaptif, sehingga mampu membangun potensi diri (kemandirian).

Universitas Trilogi memiliki 13 program studi, 5 program studi merupakan kelanjutan dari STEKPI, dan 8 program studi baru

Dalam pengembangan STEKPI menjadi Universitas Trilogi YPPIJ yang menaungi Universitas Trilogi bekerjasama dengan dua institusi pendidikan terkemuka, yaitu ITB dan IPB. YPPIJ juga bekerjasama dengan Taman Buah Mekarsari, yang merupakan taman buah tropis terbesar di dunia.

Tiga Pilar Universitas Trilogi

Keteknopreneuran
Kolaborasi, dan
Mandiri, dalam Lingkup Ekonomi Biru
Keteknopreneuran

Kewirausahaan Berbasis Teknologi, Sehingga Mampu Menggali Potensi Diri, Inovatif, Adaptif, Dengan Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Yang Mengacu Pada Prinsip Zero Waste Dan Menggerakkan Partisipasi Seluruh Masyarakat

Kolaborasi

Mau Dan Mampu Bekerjasama Antar Individu Dan Atau Lintas Bidang Ilmu, Sehingga Tercipta Sinergi, Membagi Risiko Dan Menambah Manfaat Secara Berkeadilan Dalam Tim Yang Kuat Dan Dinamis (Super Team Bukan Superman), Serta Membangun Jejaring Baik Horisontal Dan Vertikal

Kemandirian

Menggali Kemampuan Dan Potensi Diri Untuk Kesetaraan, Mengurangi Ketergantungan Dan Memperbesar Saling Ketergantungan